Harapan Baru Adriyan Lewat Rumah Terapi Kemensos

tvrinews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Anak 5 tahun asal Cibarusah kini mendapat layanan residensial dan rehabilitasi intensif.

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Rumah Terapi Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat, terus memperluas akses layanan fisioterapi dan rehabilitasi bagi masyarakat kurang mampu. Fasilitas ini menjadi harapan baru bagi penyandang disabilitas, termasuk anak-anak yang mengalami kelumpuhan total.

Salah satu penerima manfaat adalah Muhammad Adriyan (5), anak asal Cibarusah, Kabupaten Bekasi, yang kini menjalani terapi intensif di rumah terapi tersebut. Adriyan mengalami kelumpuhan total akibat kejang hebat yang dideritanya saat berusia 11 bulan.

Ibunda Adriyan, Hamdayu (46), mengatakan keberadaan fasilitas Kemensos sangat membantu keluarganya yang memiliki keterbatasan ekonomi dan akses layanan kesehatan.

"Saya sangat bersyukur dan merasa sangat terbantu. Fasilitasnya nyaman, Adriyan tidak perlu lagi kelelahan di perjalanan, dan terapinya bisa berjalan lebih maksimal,” ujar Hamdayu, dikutip Kamis, 15 Januari 2026.

Dapat Layanan Residensial

Sebelum memperoleh layanan residensial, Adriyan menjalani terapi rawat jalan selama dua bulan dengan menempuh jarak sekitar 29 kilometer dari rumahnya ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur. Perjalanan yang memakan waktu hingga satu jam menjadi tantangan tersendiri, mengingat kondisi Adriyan yang mudah kelelahan.

Kini, Adriyan tinggal di asrama sentra dan mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar secara menyeluruh, sehingga dapat mengikuti terapi secara lebih optimal dan teratur.

Di rumah terapi tersebut, Adriyan menjalani terapi okupasi dan fisioterapi yang dilakukan secara terjadwal sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

Riwayat Sakit Adriyan

Hamdayu menjelaskan bahwa kondisi putranya bermula saat Adriyan mengalami kejang berat di usia 11 bulan. Sejak saat itu, perkembangan fisiknya terganggu, tubuhnya mengalami mati rasa, hingga akhirnya mengalami kelumpuhan total.

“Bahkan ketika dicubit pun Adriyan tidak bereaksi,” ungkap Hamdayu.

Melihat kondisi tersebut, Hamdayu bergabung dengan komunitas Rumah Cerebral Palsy, yang kemudian memberinya informasi tentang layanan terapi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur.

Layanan Terpadu untuk Keluarga

Selain mendampingi Adriyan menjalani terapi, Hamdayu juga mendapat manfaat lain dari program Kemensos. Selama berada di sentra, ia mengikuti kegiatan vokasional berupa pelatihan menjahit yang disediakan bagi orang tua pendamping.

Menurut Hamdayu, layanan yang terintegrasi tersebut membuat proses pemulihan anak dan pemberdayaan keluarga dapat berjalan bersamaan.

“Harapan saya, semoga ke depan Adriyan menunjukkan banyak kemajuan, bisa pulih, dan tumbuh seperti anak-anak lainnya,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Tuding Ketua The Fed Tidak Kompeten, Investigasi Kriminal terhadap Powell Picu Ketegangan
• 17 jam lalupantau.com
thumb
BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Rob di NTB hingga Akhir Januari
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mendes Serahkan Penghargaan Lomba Bangun Desa di Hari Desa Nasional 2026
• 8 jam laludetik.com
thumb
Daftar Pemasok Bensin Mobil F1 Musim 2026, dari Shell Hingga Petronas
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
40 Hari Duka Alvaro, Polri Pastikan Keluarga Terima Pendampingan Psikososial
• 23 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.