Pantau - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, desa ditempatkan sebagai subjek atau pelaku utama pembangunan nasional.
Yandri menyampaikan bahwa perubahan paradigma tersebut belum pernah dilakukan pada pemerintahan sebelumnya.
"Baru Bapak Presiden Prabowo yang menempatkan desa menjadi subjek, atau menjadi pelaku utama pembangunan negeri ini," ungkap Yandri.
Menurut Yandri, paradigma pembangunan yang menempatkan desa sebagai aktor utama diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.
Hal tersebut didasarkan pada fakta bahwa sebagian besar potensi sumber daya nasional berada di wilayah perdesaan.
Saat ini, Indonesia tercatat memiliki sebanyak 75.266 desa yang tersebar di seluruh wilayah.
Besarnya jumlah desa tersebut membuat pembangunan desa tidak dapat dilakukan hanya oleh satu kementerian, lembaga, atau sektor tertentu.
Yandri menegaskan pembangunan desa harus dilakukan secara kolaboratif lintas sektor sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo memandang kerja kolektif dalam pembangunan desa sangat krusial agar desa mampu menjadi penggerak utama ekonomi nasional.
Pemerintah terus mendorong penguatan peran desa melalui berbagai program strategis seperti Program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, pengembangan Badan Usaha Milik Desa, desa tematik berbasis komoditas unggulan, desa ekspor, dan desa wisata.
Yandri menilai keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada kekompakan dan persatuan seluruh elemen bangsa dalam mengelola potensi desa secara berkelanjutan.
"Hari Desa Nasional ini kita jadikan momentum untuk memperkuat persatuan dan memastikan desa benar-benar menjadi fondasi Indonesia maju," tegasnya.
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 digelar secara langsung di Boyolali, Jawa Tengah.
Tema yang diusung dalam peringatan tersebut adalah "Bangun Desa Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia".




