HARIAN FAJAR, TAKALAR – Video amatir yang beredar di media sosial mengundang sejumlah pertanyaan di kalangan masyarakat luas antara video konten atau bukan. Kejadian itu terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026 lalu.
Dalam video amatir tersebut, aksi pertengkaran yang berujung penganiayaan terhadap mantan istri dan anak diperkirakan berumur dua tahun. Perbuatan itu dilakukan oleh mantan suaminya. Kejadiannya terjadi di perumahan istana permai kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang.
AKP Muhammad Rizal, Plt Kasi Humas Polres Takalar membenarkan adanya kejadian tersebut. Muhammad Rizal menjelaskan bahwa kemarin video itu sempat viral di media sosial.
“Setelah video itu viral, tak berselang lama juga masuk laporan polisi di unit Reskrim,” kata AKP Muhammad Rizal.
Ia menambahkan, kejadian itu terjadi di perumahan Istana Permai, di mana penganiayaan tersebut dilakukan oleh mantan suami terhadap si korban yang tak lain adalah mantan istrinya sendiri.
“Korban seorang wanita sudah melapor ke pihak Polres Takalar dan kasus tersebut dilakukan pembuatan berita acara pemeriksaan Sat Reskrim dan akan dilakukan pemanggilan saksi-saksi,” terangnya.
“Sampai saat ini pelaku belum kami amankan dikarenakan baru tahap penyelidikan,” tutupnya. (mgs)
Ditempat terpisah korban berinisial ZFS (30) warga Palleko, menceritakan kisah kejadian di video viral tersebut berawal dari sebenarnya kebutuhan susu untuk anaknya yang habis sama sekali.
“Anak saya dibawah ke kampung di Keluarahan Bulukunyi lantaran kehabisan susunya, dan saya bawa baik baik kembali ke bapak kandungnya untuk diserahkan, tiba tiba anak ini diantar ke rumah istana permai dan hendak menanyakan alasan apa anak ini dibawa ke kampun,” ucap korban ZFS.
Korban ZFS menerangkan, setelah ia datang ke perumahan Istana Permai, ternyata mantan suaminya sudah lama menunggu. Kemudian sang mantan suami langsung menghampirinya kemudian melakukan pemukulan beberapa kali saya dibagian wajah kepala dan bibir bagian bawah, akibat pemukulan tersebut, binir bagian bawah mengalami luka sobek hingga mengeluarkan darah.
“Karna tak terima saya diperlakukan tindak kekerasan, Kejadian pemukulan ini saya laporkan ke polisi untuk diproses pihak berwajib,” tegasnya.
Atas insiden tersebut korban merasa takut dan trauma panjang. Ia pun meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku sebab lanjutnya sang mantan suami ternyata memiliki sifat temperamental tinggi juga kerap melakukan pengancaman menggunakan benda tajam.



