Pelibatan TNI Tangani Terorisme Bentuk Kesiapan Pertahanan dan Penegakan Kedaulatan Negara!

okezone.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Rencana Peraturan Presiden (Perpres) tentang pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menangani terorisme tidak dapat dilepaskan dari perubahan karakter ancaman keamanan kontemporer.

Pengamat Politik dan Pertahanan Keamanan dari Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting mengatakan, terorisme modern telah berkembang menjadi ancaman bersenjata terorganisasi, lintas wilayah, dan berpotensi mengganggu kedaulatan negara.

“Pelibatan TNI perlu dibaca sebagai bagian dari arsitektur pertahanan negara, bukan sebagai langkah militerisasi keamanan dalam negeri,” ujar Selamat Kamis (15/1/2026).

Baca Juga :
Prabowo Puji Panglima TNI dan Kapolri Tak Pelit Naikkan Pangkat Anggota Berprestasi

Dalam perspektif pertahanan, terorisme kata dia memiliki karakter asimetris: aktor non-negara, struktur sel tertutup, penggunaan senjata mematikan, serta kemampuan memanfaatkan celah geografis dan sosial.

“Terorisme dapat bertransformasi menyerupai insurgensi bersenjata skala rendah, terutama ketika beroperasi di wilayah terpencil, perbatasan, laut, atau objek vital strategis nasional,” ungkapnya.

Ancaman dengan karakter semacam ini secara konseptual telah melampaui domain penegakan hukum konvensional.

Baca Juga :
Breaking News! Pasukan Elite TNI Bertaruh Nyawa Selamatkan 18 Karyawan Freeport dari KKB

“Negara membutuhkan instrumen yang tidak hanya mampu melakukan penindakan hukum, tetapi juga operasi tempur terbatas, penguasaan wilayah, dan respons cepat berintensitas tinggi, yang secara konstitusional merupakan tugas TNI,” bebernya.

TNI kata dia telah lama membangun satuan-satuan khusus dengan kemampuan antiteror tingkat tinggi, seperti Satuan 81 Kopassus TNI AD, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan Satuan Bravo 90 TNI AU.

“Keberadaan satuan-satuan ini menunjukkan bahwa secara doktrinal dan operasional, TNI telah menyiapkan kapasitas anti-teror yang bersifat khusus, presisi, dan terbatas, bukan operasi militer konvensional berskala besar,”ujar Selamat.

Baca Juga :
Cerita Jenderal Kopassus Pemburu KKB Gelar Operasi Senyap di Ketinggian 2.500 Mdpl Selamatkan Karyawan Freeport

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Waspada Filter Udara Palsu, Ini Dampaknya ke Mesin Sepeda Motor
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Heboh Wacana Pegawai SPPG Diangkat Jadi PPPK, Begini Penjelasan BGN
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
BPOM Minta Nestle Setop Distribusi Produk Susu Formula Bayi
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
KPK: Ono Surono PDIP Diduga Terima Aliran Uang dari Penyuap Ade Kuswara
• 1 jam laludetik.com
thumb
Ketika Batas Antara Tahu dan Sok Tahu Menjadi Kabur
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.