FAJAR.CO.ID – Kalimantan Timur itu luas, dan rasanya nggak bisa dijelaskan cuma lewat peta atau foto. Kalau baru datang sekali dua kali, mungkin yang terlihat cuma hutan, sungai besar, dan kota yang lagi tumbuh. Tapi kalau sudah agak lama tinggal atau sering pulang-pergi, baru kerasa kalau daerah ini punya “rasa” sendiri. Ada tempat yang bikin adem di hati, ada juga yang bikin orang otomatis jaga sikap.
Orang Kaltim biasa bilang, “Di sini alamnya bukan buat dilawan, tapi ditemani.” Makanya banyak lokasi yang kelihatannya biasa saja, tapi kalau didiamkan sebentar, ada suasana yang beda. Berikut tujuh tempat khas di Kalimantan Timur yang bukan cuma enak dilihat, tapi juga enak diceritakan.
1. Sungai Mahakam – Sungai Panjang, Cerita Lebar
Sungai Mahakam itu bukan sekadar sungai. Ia seperti urat nadi yang bikin kehidupan bergerak. Dari zaman dulu sampai sekarang, sungai ini jadi jalur hidup orang-orang di sekitarnya. Perahu, kapal kecil, hingga tongkang besar lalu-lalang setiap hari.
Pagi di Mahakam biasanya tenang. Airnya seperti kaca, angin sepoi-sepoi, dan suara mesin perahu terdengar jauh. Tapi di balik ketenangannya, sungai ini penuh cerita. Orang tua dulu sering bilang, jangan sembarang bersikap di Mahakam. Ada etika yang nggak tertulis. Mau percaya atau tidak, yang penting hormat.
2. Desa Budaya Pampang – Budaya yang Masih Dihidupi
Desa Budaya Pampang di Samarinda bukan tempat budaya yang dibuat-buat. Di sini, adat Dayak masih benar-benar hidup. Rumah lamin panjang berdiri kokoh, ukiran kayu penuh makna, dan tarian adat masih rutin digelar.
Yang paling terasa justru suasana manusianya. Warganya ramah, obrolannya santai, dan cerita adat sering keluar tanpa terasa sedang “ceramah”. Kadang, kalau ngobrol dengan orang yang lebih tua, kamu bisa dengar kisah-kisah lama tentang hutan, leluhur, dan batas yang sebaiknya nggak dilanggar. Nggak menyeramkan, tapi bikin mikir.
3. Pulau Derawan – Tenang yang Bikin Orang Betah
Pulau Derawan sering disebut surga kecil di Kalimantan Timur. Air lautnya jernih, pasirnya halus, dan suasananya pelan. Banyak orang datang dengan rencana singkat, tapi akhirnya betah lebih lama dari jadwal.
Siang hari Derawan ramai dengan aktivitas laut. Tapi malam hari, suasananya berubah total. Langit penuh bintang, ombak pelan, dan angin laut yang dingin bikin hati tenang. Warga lokal percaya, laut juga punya aturan. Jadi tamu diingatkan untuk tetap sopan, baik ke alam maupun ke sesama.
4. Danau Jempang – Luas, Sunyi, dan Bikin Merinding Halus
Danau Jempang di Kutai Barat itu luasnya bukan main. Dari kejauhan, danau ini terlihat seperti laut di tengah daratan. Pagi hari sering diselimuti kabut tipis, bikin suasananya makin sunyi.
Cerita tentang Danau Jempang banyak beredar dari mulut ke mulut. Ada kisah nelayan, ada cerita kampung lama, ada juga pengalaman-pengalaman yang susah dijelaskan logika. Tapi terlepas dari itu semua, satu hal yang jelas: danau ini bikin orang otomatis lebih tenang dan lebih hati-hati.
5. Bukit Bangkirai – Hutan Tinggi, Pikiran Jadi Rendah
Bukit Bangkirai terkenal dengan jembatan gantung di atas pohon-pohon tinggi. Dari atas sana, hutan terlihat luas dan megah. Tapi yang paling terasa justru bukan pemandangannya, melainkan suasananya.
Begitu masuk kawasan hutan, suara kota langsung hilang. Yang terdengar cuma daun, angin, dan langkah kaki sendiri. Banyak orang bilang, Bangkirai itu tempat yang pas buat menenangkan kepala. Bukan karena mistis, tapi karena alamnya masih jujur.
Kalau kamu suka bacaan yang membahas tempat dan kehidupan dengan sudut pandang yang personal dan mengalir, kamu bisa baca selengkapnya lewat tulisan-tulisan yang rasanya dekat, ringan, dan seperti ngobrol pelan sambil ngopi sore.
6. Pasar Terapung – Aktivitas Sungai yang Masih Bertahan
Di beberapa wilayah Kalimantan Timur, aktivitas jual beli di atas sungai masih bisa ditemukan. Perahu kecil saling mendekat, pedagang dan pembeli ngobrol sambil tertawa, semua berlangsung tanpa tergesa.
Pasar terapung bukan cuma soal ekonomi, tapi juga soal kebersamaan. Di situlah kabar terbaru menyebar, cerita lama diulang, dan hubungan antarwarga terjaga. Budaya sungai memang kuat di Kalimantan, dan pasar seperti ini jadi salah satu bukti nyatanya.
7. Hutan Sepaku – Sunyi yang Punya Aturan
Wilayah hutan di Sepaku dan sekitarnya dikenal masih cukup terjaga. Banyak orang datang karena penasaran, tapi warga lokal selalu mengingatkan untuk jaga sikap. Di sini, hutan bukan tempat buat uji nyali.
Ada kepercayaan bahwa hutan punya aturan sendiri. Jangan sombong, jangan merusak, dan jangan anggap remeh. Kalau datang dengan niat baik, biasanya pulang juga dengan perasaan baik. Itu yang sering diceritakan oleh orang-orang setempat.
Buat kamu yang penasaran dengan sisi cerita Nusantara yang jarang diangkat ke permukaan mulai dari kepercayaan lokal sampai benda-benda yang dipercaya punya nilai spiritual semuanya bisa kamu telusuri lewat link terbaru berikut, dengan sudut pandang yang lebih dekat ke cerita dan pengalaman.
Kalimantan Timur, Lebih dari Sekadar Tempat
Kalimantan Timur bukan cuma soal destinasi wisata. Ia tentang cara hidup, cara menghormati alam, dan cara manusia berdampingan dengan lingkungannya. Ada tempat yang bisa difoto, ada juga yang cuma bisa dirasakan.
Datanglah tanpa merasa paling tahu. Duduklah sebentar, dengarkan cerita orang lokal, dan biarkan suasana bekerja pelan-pelan. Karena di Kalimantan Timur, cerita terbaik sering datang bukan dari yang dicari, tapi dari yang dirasakan.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4004753/original/058544100_1650779069-20220424-Stok-Pangan-Jelang-Idul-Fitri-TALLO-3.jpg)

