Liputan6.com, Jakarta - Badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta, Perumda Dharma Jaya berencana mengimpor sebanyak 7.500 ekor sapi hidup dari Australia. Hal ini dalam upaya memperkuat pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta sepanjang 2026.
Kebijakan ini dilakukan sekaligus sebagai bagian dari langkah Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.
Advertisement
"Saat ini, kapasitas kandang di Serang mampu menampung sekitar 1.300 ekor sapi. Jadi dari 7.500 ekor sapi hidup, untuk tahap awal diperkirakan yang akan datang sebanyak 750 ekor," ujar Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).
Meski begitu, lanjut dia, rencana impor di tahun ini masih menunggu terbitnya persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Raditya menyebut, rekomendasi impor sapi sudah dimunculkan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dan proses administrasi persetujuan di Kemendag masih berjalan.
"Saat ini kami masih menunggu persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan. Mudah-mudahan bisa terbit pada akhir Januari ini. Setelah izin keluar, kami baru bisa mulai proses pembelian," ucap dia.
Raditya menjelaskan, persetujuan impor sapi hidup harus diperbarui setiap tahun dan tidak dapat menggunakan izin tahun sebelumnya. Apabila seluruh perizinan rampung sesuai rencana, maka proses pembelian sapi akan dapat dimulai pada Februari 2026.


