Vietnam Bidik Pertumbuhan Kredit 15% di 2026

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Hanoi: Bank Sentral Vietnam (State Bank of Vietnam/SBV) menetapkan target pertumbuhan kredit sebesar 15 persen untuk 2026, lebih rendah dari realisasi tahun 2025 sebesar 19,1 persen. Kebijakan ini bertujuan mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas makroekonomi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan fokus pada peralihan kredit dari investasi aset ke kegiatan produksi dan bisnis.

Target ini dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi aktual, mengikuti instruksi Perdana Menteri pada Agustus 2025 agar SBV menyusun peta jalan penghapusan target kredit wajib.

Pham Chi Quang, Direktur Jenderal Departemen Kebijakan Moneter SBV, mengakui pertumbuhan kredit tahun lalu "tertinggi dalam beberapa tahun" dan telah dilaporkan berkali-kali kepada otoritas lebih tinggi. Rasio kredit terhadap PDB Vietnam kini mencapai 146 persen yang merupakan angka tertinggi di antara negara berpendapatan menengah-bawah. Strategi moneter dan penyaluran kredit SBV akan mengalokasikan batas pertumbuhan kredit perbankan berdasarkan kinerja tahun 2024 yang dikalikan faktor penyesuaian umum. Bank-bank diinstruksikan mengendalikan kredit di sektor berisiko tinggi dan properti, mengalihkannya ke produksi, sektor prioritas, dan penggerak utama ekonomi.

Mekanisme kuota kredit yang berlaku lebih dari satu dekade ini dikritik karena membatasi akses kredit saat bank mencapai kuota, namun dipertahankan sebagai alat kontrol kualitas pinjaman dan tujuan makroekonomi.

Baca Juga :

Tumbuh 8%, Ini Sektor Utama Pendongkrak Ekonomi Vietnam


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Analis Mirae Asset Vietnam memprediksi perlambatan pertumbuhan kredit meski target PDB melebihi 10 persen, didorong tiga faktor yaitu ekspansi kredit cepat tahun 2025, sinyal penghapusan bertahap mekanisme kuota, serta kekhawatiran inefisiensi penggunaan modal.

"Pertumbuhan kredit diperkirakan berlanjut pada tingkat moderat, dengan pergeseran fokus dari investasi aset ke aktivitas produksi dan bisnis, sejalan dengan tujuan pertumbuhan berkelanjutan," jelas analis tersebut, dikutip dari Hanoi Times, Kamis, 15 Januari 2026. Tantangan dan arah kebijakan Tahun 2025, kredit tumbuh lebih cepat dari simpanan, memberikan tekanan likuiditas signifikan terutama menjelang Tahun Baru Imlek. Total kredit outstanding mencapai VND18.580 triliun atau sekitar Rp12,11 triliun.

Ke depan, SBV akan menerapkan pendekatan berbasis standar prudensial dan kriteria kualitas kredit, dengan pengawasan dan pasca-inspeksi yang diperkuat untuk mencegah risiko sistemik.

Kebijakan ini mencerminkan transisi Vietnam dari pertumbuhan kuantitatif ke kualitatif, menyeimbangkan antara stimulasi ekonomi dan stabilitas keuangan. Dengan fokus pada produksi dan UMKM, pemerintah berharap dapat mendorong pemerataan pertumbuhan serta mengurangi ketergantungan pada sektor properti dan konsumsi yang rentan gejolak. (Muhammad Adyatma Damardjati)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Industri Tekstil Dapat Dana Segar, Potensi Tenaga Kerja Bisa 6,76 Juta Orang
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Apple Ring Masih Malu-Malu Kucing Muncul di 2026, Fans Apple Diminta Sabar Menanti
• 9 jam lalumerahputih.com
thumb
Prabowo Bakal Tambah Anggaran Riset Perguruan Tinggi Rp 4 Triliun
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Sampai Hakim Turun Tangan Cek Langsung Ferrari dan Moge Kasus Migor
• 16 jam laludetik.com
thumb
Akhir Kisah Pohon Karet Kebo Bersejarah di Bogor: Miring, Lapuk, lalu Ditebang
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.