Grid.ID - Pandji Pragiwaksono akhirnya meluruskan pertanyaan publik yang terus muncul terkait kelanjutan pertunjukan stand-up comedy Mens Rea. Nama komika tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah potongan materi stand-up politiknya viral di media sosial.
Dalam sebuah video yang direkam di New York City, Pandji menjelaskan alasan dirinya tidak akan membuat Mens Rea Part 2. Ia menegaskan keputusan itu bukan karena berhenti berkarya, melainkan prinsip pribadi dalam membuat pertunjukan.
“Saya tidak pernah mengulang judul,” ujar Pandji saat menjawab pertanyaan netizen, dikutip Grid.ID melalui tayangan Youtubenya di @pandji.pragiwaksono, Kamis (15/01/2026).
Pandji menjelaskan bahwa Mens Rea merupakan pertunjukan stand-up spesialnya yang ke-10. Sejak awal karier, setiap pertunjukan selalu memiliki judul dan konsep yang berbeda.
Menurutnya, banyak penonton yang keliru menafsirkan tidak adanya Mens Rea Part 2 sebagai tanda dirinya berhenti tampil. Pandji pun menepis anggapan tersebut.
“Pertanyaan yang lebih tepat adalah apakah Pandji akan stand-up lagi, dan jawabannya adalah akan,” katanya.
Pandji memastikan bahwa ia tengah menyiapkan pertunjukan stand-up comedy baru. Namun, ia mengingatkan bahwa proses kreatif membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Ia mengungkapkan, untuk Mens Rea saja, dirinya membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk menulis materi dan satu tahun lainnya untuk menguji materi tersebut di panggung open mic.
Selain memastikan akan kembali tampil, Pandji juga menegaskan bahwa isu politik tetap akan menjadi bagian penting dalam pertunjukan barunya.
“Apakah temanya akan politik? Pasti akan, karena itu yang dekat sama saya,” tegas Pandji.
Meski demikian, Pandji menyebut materi stand-up-nya tidak melulu berisi kritik politik. Ia kerap menyelipkan topik lain agar pertunjukan tetap seimbang dan menghibur.
Dalam beberapa cuplikan Mens Rea yang kembali viral, Pandji memang dikenal kerap menyinggung isu sosial dan politik nasional. Materi tersebut kembali mendapat sorotan seiring meningkatnya sensitivitas publik terhadap isu politik.
Pandji menegaskan bahwa sejak awal Mens Rea tidak dirancang untuk mengubah sikap politisi. Menurutnya, stand-up comedy lebih ditujukan sebagai sarana refleksi bagi penonton.
“Mens Rea itu tidak didesain untuk mengubah para politisi, karena percuma,” ucapnya.
Ia menilai komedi indicate bisa menjadi medium kritik yang jujur sekaligus aman untuk menyampaikan keresahan publik. Lewat humor, pesan yang berat bisa diterima dengan cara yang lebih ringan.
Di tengah pro dan kontra terhadap materi stand-up politik, Pandji berharap publik bisa memahami konteks komedi yang disampaikan. Ia menegaskan kritik yang disampaikan bukan serangan personal.
Sambil menunggu pertunjukan terbarunya, Pandji mengajak penonton untuk menonton kembali pertunjukan stand-up spesialnya terdahulu yang memiliki tema dan pendekatan berbeda.
Dengan pernyataan tersebut, Pandji memastikan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan panggung stand-up comedy. Ia justru tengah mempersiapkan karya baru dengan isu politik sebagai salah satu tema utama. (*)
Artikel Asli



