Enam Mobil Bekas Disulap Jadi Armada TRC Dinsos Makassar

celebesmedia.id
3 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemkot Makassar melakukan terobosan dengan memodifikasi kendaraan bekas menjadi mobil operasional Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang guna mendukung penanganan berbagai persoalan sosial di lapangan.

Inovasi tersebut menjadi solusi efisien di tengah keterbatasan anggaran. Mobil-mobil aset daerah yang sebelumnya berstatus idle kini disulap menjadi kendaraan operasional yang layak pakai, dimanfaatkan untuk penanganan anak jalanan, penyaluran bantuan sosial, hingga kegiatan penjangkauan dan razia terpadu.

Langkah inovatif ini ditandai dengan peluncuran enam unit kendaraan operasional penjangkauan yang digunakan oleh TRC Saribattang Dinas Sosial Kota Makassar. 

Launching dilakukan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Anjungan Pantai Losari, Rabu (14/1/2026).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi upaya Dinas Sosial yang mampu memanfaatkan kendaraan bekas menjadi armada operasional yang fungsional. Menurutnya, pemilihan Makassar Creative Hub sebagai lokasi peluncuran mencerminkan semangat kreativitas yang sejalan dengan inovasi tersebut.

“Menurut saya, ini sesuatu yang sangat kreatif yang dilakukan oleh teman-teman di Dinas Sosial. Ini memperlihatkan bahwa ketika ada niat dan upaya, insyaallah akan berbuah hasil yang baik,” ujarnya.

Munafri menjelaskan bahwa kebutuhan kendaraan operasional untuk penjangkauan sosial telah lama disampaikan oleh Dinas Sosial. Menindaklanjuti hal itu, Pemkot Makassar memilih memaksimalkan kendaraan aset daerah yang sudah lama tidak digunakan.

“Saya disampaikan bahwa Dinas Sosial butuh kendaraan operasional untuk melakukan jangkauan-jangkauan terhadap kegiatan sosial yang akan dilaksanakan,” tuturnya.

“Di bagian aset kita, ada beberapa mobil yang sebenarnya sudah lama tidak terpakai dan bisa dimaksimalkan dengan baik,” sambung Appi.

Ia bahkan membuka peluang penambahan armada apabila masih terdapat kendaraan aset idle lainnya. Munafri menegaskan, optimalisasi aset daerah seharusnya menjadi contoh bagi organisasi perangkat daerah (OPD) lain.

“Kalau masih ada, saya akan coba cek, dan kalau ada lagi akan saya serahkan. Ini juga harus menjadi contoh bagi dinas-dinas lain untuk terus berinovasi, tidak selalu menunggu anggaran besar,” tegasnya

Meski menggunakan kendaraan bekas, Munafri mengingatkan pentingnya kesiapan teknis agar operasional berjalan optimal.

“Kalau mobil bekas memang harus disiapkan bengkelnya. Jangan sampai satu kali jalan, tiga kali mogok. Pastikan semuanya bisa berjalan dengan baik,” pesannya.

Ia optimistis, dengan perbaikan yang tepat, kendaraan-kendaraan tersebut masih sangat layak digunakan untuk mendukung pelayanan sosial.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya mobil ini, persoalan-persoalan sosial di Kota Makassar bisa lebih cepat kita selesaikan secara bersama-sama,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menjelaskan bahwa kendaraan operasional tersebut merupakan hasil optimalisasi aset pemerintah daerah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Mobil yang kita maksimalkan ini. Satu di antaranya berasal dari Dinas Kesehatan, kemudian ada juga kendaraan dari Dalmas,” ungkap Andi Bukti Djufrie.

Ia menyebutkan, kendaraan tersebut telah melalui proses rebranding sehingga layak digunakan sebagai armada operasional Dinas Sosial. Proses tersebut didukung dari sisi anggaran internal.

“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa dengan adanya mobil ini, sangat membantu teman-teman di rehabilitasi sosial (resos) dalam melakukan penjangkauan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Muhammad Zuhur Daeng Ranca, menyampaikan bahwa enam unit kendaraan tersebut digunakan oleh TRC Saribattang yang merupakan tim lintas sektor.

TRC Saribattang melibatkan Dinas Sosial, Kepolisian, Satpol PP, serta unsur TNI untuk memastikan penanganan persoalan sosial berjalan cepat dan terpadu.

“Enam unit kendaraan operasional ini digunakan untuk melakukan peninjauan langsung di lapangan berdasarkan laporan warga terkait permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat,” kata Zuhur.

Ia menjelaskan bahwa penjangkauan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat melalui aplikasi Lontara. Salah satu fokus utama adalah penanganan anak jalanan di titik-titik rawan.

“Misalnya ada laporan anak jalanan yang berkeliaran di lampu merah, maka tim kami langsung melakukan penjangkauan ke titik yang dilaporkan melalui aplikasi Lontara,” jelasnya.

Selain anak jalanan, TRC Saribattang juga menangani orang terlantar dan lanjut usia yang membutuhkan bantuan segera.

“Tim kami tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan,” ungkapnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
20 Arti Mimpi Hamil tapi Belum Menikah, Tanda Ada Kabar Baik!
• 1 jam lalutheasianparent.com
thumb
Syahrini dan Reino Selalu Kompak, Intip Tempat Romantis untuk Mempererat Hubungan
• 21 jam lalugenpi.co
thumb
Nasib Istri dan Orangtua Tersangka Narkoba di Bone Usai Viral Ngaku Dimintai Rp15 Juta Oknum Polisi
• 17 jam lalutribuntimur.com
thumb
Arsenal Menang Tipis 3-2 Atas Chelsea di Piala Liga Inggris
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Lestari Moerdijat: Indonesia Harus Konsisten dalam Hadapi Konflik Global
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.