JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan besarnya dukungan TNI dan Polri dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera.
Ia menyebutkan, puluhan ribu personel TNI dan Polri hingga ratusan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan peralatan pendukung dikerahkan untuk membantu evakuasi, logistik, dan pemulihan wilayah terdampak.
"Dalam catatan kami, setidaknya TNI sendiri sudah mengirimkan hampir 40.000 personel, baik BKO maupun organik," kata Tito dalam rapatpenanganan pascabencana Sumatera, Kamis (15/1/2026), dikutip dari Kompas TV.
Baca juga: 238.783 Rumah Terdampak Banjir Sumatera, Perbaikan Butuh Rp 8,2 Miliar
Tito melanjutkan, TNI juga mengerahkan 86 pesawat, terdiri dari pesawat sayap tetap (fixed wing) dan helikopter, untuk mendukung mobilisasi dan distribusi bantuan ke wilayah sulit dijangkau.
“Jembatan bailey, Starlink, genset, kompresor, banyak sekali, saya enggak bisa menghitung, excavator alat berat," ujar dia.
Sementara itu, Polri mengerahkan sedikitnya 7.495 personel yang berasal dari jajaran kepolisian daerah (Polda) maupun satuan non-Polda.
Baca juga: Update Bencana Sumatera, Mendagri: 29 Desa Hilang, Terbanyak di Aceh
Dukungan Polri juga mencakup enam unit helikopter, dapur lapangan, serta berbagai alat berat untuk membantu pembukaan akses dan penanganan dampak bencana.
Tito menambahkan, sejumlah peralatan dan personel Polri juga dikirimkan lintas daerah, termasuk dari Provinsi Riau, guna memperkuat penanganan bencana di wilayah terdampak.
Selain itu, Polri bersama TNI turut membangun sumur bor dan jembatan darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Baca juga: Mendagri Ungkap 1.990 Orang Tewas akibat Bencana di Sumatera
"(Membangun) dapur lapangan, kemudian alat-alat berat termasuk dari Riau dikirimkan, dari Polda, Kodam, kemudian juga pembangunan sumur bor, jembatan darurat TNI-Polri, membantu dapur lapangan, kesehatan, semua dikeluarkan," kata Tito.
Mendagri menegaskan, sinergi TNI dan Polri menjadi elemen penting dalam percepatan penanganan bencana, terutama pada masa tanggap darurat, untuk memastikan keselamatan warga serta kelancaran distribusi bantuan di wilayah yang terdampak parah.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang