Bisnis.com, JAKARTA — PT Danantara Asset Management (Persero) belum berencana memberikan suntikan modal kepada PT Timah Tbk. (TINS) karena perseroan dinilai masih cukup tangguh menjalankan bisnis secara mandiri.
Managing Director Danantara Asset Management Febriany Eddy mengatakan posisi TINS berbeda dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) yang sebelumnya telah menerima kucuran dana senilai Rp4,93 triliun.
Menurutnya, Danantara memposisikan diri sebagai penyokong terakhir bagi perusahaan pelat merah. Dalam konteks ini, TINS dianggap masih mampu dalam segi bisnis, sehingga dinilai tidak membutuhkan bantuan dari Danantara.
“Kalau tadi ditanya apakah kalau Danantara langsung? Saat ini belum, karena kemungkinan dia [TINS] masih sanggup sendiri dan juga sanggup di holding-nya. Jadi kita itu adalah last resort,” kata Febriany, Rabu (14/1/2026).
Pernyataan ini sekaligus merespons wacana manajemen TINS pada akhir tahun lalu yang sempat berencana mengajukan proposal suntikan dana guna mempercepat proyek hilirisasi melalui anak usahanya, PT Timah Industri.
Namun demikian, Danantara menilai dukungan internal dari grup MIND ID masih memadai untuk mendanai rencana ekspansi tersebut.
Di sisi lain, Febriany optimistis kinerja emiten anggota holding industri pertambangan ini akan segera pulih seiring dengan langkah tegas pemerintah dalam memberantas praktik pertambangan ilegal di wilayah kerja perseroan.
Dia menyatakan bahwa penertiban tambang ilegal dan tumpang tindih lahan dinilai akan menjadi kunci pemulihan volume produksi TINS ke depan.
Optimisme tersebut didasari pada peran krusial TINS sebagai salah satu produsen timah terbesar dunia. Dengan tata kelola wilayah kerja yang lebih tertib, Danantara meyakini TINS dapat mengoptimalkan arus kas internalnya.
Dalam catatan Bisnis sebelumnya, anggota holding MIND ID tersebut berencana menyiapkan proposal bisnis untuk memperoleh suntikan modal dari Danantara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat program hilirisasi TINS.
Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara menyampaikan bahwa suntikan modal tersebut bakal diarahkan kepada anak usahanya, yakni PT Timah Industri guna mendukung hilirisasi.
“Kami kemungkinan menyiapkan semacam proposal bisnis yang dilakukan oleh anak usaha PT Timah Industri untuk kiranya dapat diinjeksi atau investasi yang bisa dilakukan Danantara,” ucapnya dalam paparan publik beberapa waktu lalu.
Dia menyatakan bahwa komitmen Danantara untuk mendukung proses hilirisasi ataupun pengembangan bisnis hulu perseroan sudah ada. Namun, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari superholding terkait hal tersebut.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/996573/original/032492000_1442860060-ARIS_INDARTO_ROB.jpg)