PLN Jatim Percepat Pengembangan Energi Baru Terbarukan

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengakselerasi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Adapun hingga saat ini, kapasitas daya mampu pembangkit di Jawa Timur mencapai 10.586 megawatt (MW) dengan kontribusi EBT sebesar 3,5%.

General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir menyampaikan program pengembangan EBT menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga diharapkan meningkatkan pemahaman publik mengenai transformasi sektor kelistrikan nasional.

Adapun saat ini, total daya mampu pembangkit listrik di Jawa Timur mencapai 10.586 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, kontribusi EBT baru sekitar 293 MW atau setara 3,5%. Pasokan listrik masih didominasi pembangkit berbasis energi fosil, khususnya PLTU.

Ahmad Mustaqir menegaskan PLN memastikan pengembangan EBT akan terus digenjot. Potensi EBT di Jawa Timur dinilai masih sangat besar, terutama dari energi surya. Pengembangan PLTS saat ini difokuskan di wilayah Madura dan kepulauan.

“Untuk tenaga air, pengembangannya cukup menantang karena keterbatasan ekosistem dan debit air. Namun, potensi surya di Jawa Timur dan Indonesia secara umum masih sangat besar,” jelasnya di Surabaya, Kamis (15/01/2026).

Elektrifikasi Pulau Madura

Sementara untuk cakupan energi listrik di Pulau Garam, Ahmad Mustaqir menyebut PLN UID Jatim menargetkan seluruh pulau berpenghuni di Madura dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh paling lambat pada 2027. Saat ini, sebagian wilayah masih belum beroperasi penuh sepanjang hari.

Baca Juga

  • Adopsi EBT Indonesia Jalan di Tempat, Bauran Kalah dari Vietnam dan Filipina
  • Pertumbuhan Pekerjaan Sektor EBT Melambat, Ini Pemicunya
  • RDMP Balikpapan Diresmikan, Sugeng Suparwoto Minta Pengembangan EBT Digenjot

“Tantangan pengembangan EBT masih ada, terutama dari sisi teknologi dan biaya yang belum sepenuhnya kompetitif. Namun, dukungan regulasi dari pemerintah sudah sangat kuat. Ke depan, seiring turunnya biaya teknologi, EBT akan tumbuh secara alami,” katanya.

Adapun dari sisi energi berbasis sampah, menurutnya PLTSA Benowo disebut menjadi proyek percontohan nasional. Sejak beroperasi, pembangkit tersebut dinilai mampu beroperasi secara stabil dan optimal, sehingga kerap menjadi rujukan bagi daerah lain yang ingin mengembangkan PLTSA.

Di sisi lain, Ahmad Mustaqir memaparkan PLN UID Jatim telah melakukan pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan sistem kelistrikan. Melalui control room pengatur distribusi, PLN dapat memantau seluruh gardu induk di Jawa Timur, termasuk pengoperasian jaringan tegangan menengah 20 kilovolt.

“Dengan sistem digital ini, kami bisa memonitor operasional dan performa peralatan secara real time. Jika terjadi gangguan, tindakan perbaikan bisa dilakukan dengan cepat,” ujarnya.

Ahmad Mustaqir mengatakan bahwa program pengembangan EBT menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga diharapkan meningkatkan pemahaman publik mengenai transformasi sektor kelistrikan nasional.

“Kami ingin mendorong pengembangan energi baru terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Karena itu, kami juga mengajak media agar pemberitaan mengenai EBT semakin masif,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK duga anggota DPRD Iin Farihin terkait vendor proyek Pemkab Bekasi
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Sosok Kombes M Anwar Nasir Calon Jenderal Asal Palopo, Letting Brigjen Faizal di Akpol
• 16 jam lalutribuntimur.com
thumb
Ruang Fiskal Menyempit, Mimpi Purbaya Ekonomi Tumbuh 6% Tahun Ini Bakal Terealisasi?
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Resmikan Gedung Rawat Jalan dan Tiga Pustu, Pemkab Pinrang Perkuat Layanan Kesehatan
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Bursa Calon Wakil Presiden 2029: Sherly Tjoanda, KDM, hingga Purbaya Ungguli Gibran
• 4 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.