FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Masyarakat adat Papua menolak kehadiran sawit dan meminta pemerintah menghentikan wacana tersebut.
Hal tersebut diungkap anggota DPD RI asal Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, dalam Rapat Paripurna DPD RI ke-6 Masa, Rabu, 14 Januari 2026.
Dia juga melontarkan kritik keras terhadap rencana pengembangan perkebunan sawit di Papua.
“Pimpinan, masyarakat adat di Papua itu menolak wacana sawit di Papua. Jadi nanti sampaikan ke Pak Prabowo sama Bahlil (Menteri ESDM) itu setop dengan barang itu, karena orang Papua tidak suka,” kata Finsen, dikutip Kamis (15/1/2026).
Finsen menambahkan, masyarakat Papua lebih membutuhkan pemenuhan hak dasar seperti pendidikan dan layanan kesehatan dibandingkan perkebunan sawit maupun batalyon pertanian.
Dia menilai bahwa persoalan pendidikan dan kesehatan merupakan substansi utama dalam pelaksanaan Otonomi Khusus Papua.
Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin memastikan aspirasi tersebut akan disampaikan langsung kepada pemerintah pusat dalam rapat konsultasi dengan Presiden. (bs-sam/fajar)





