Jakarta, ERANASIONAL.COM – Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans terus memantik reaksi publik dari berbagai kalangan. Memoar yang mengungkap pengalaman pahit Aurelie sebagai korban child grooming itu tak hanya mengundang simpati, tetapi juga memicu refleksi mendalam, termasuk dari artis dan podcaster Denny Sumargo.
Artis yang akrab disapa Densu itu mengungkapkan perasaannya melalui unggahan di akun Threads. Ia mengaku tak habis pikir membayangkan apabila suatu hari memiliki anak dengan perilaku seperti sosok “Bobby” yang diceritakan dalam buku tersebut.
“Kalau gw punya anak seperti Bobby kelakuannya, entah apa yang akan gw lakukan… Ampuni aku ya Tuhan,” tulis Denny Sumargo.
Ungkapan tersebut sontak menyita perhatian warganet. Banyak yang menilai pernyataan Densu mencerminkan kemarahan sekaligus kegelisahan seorang orang tua ketika membaca kisah eksploitasi anak yang dituturkan secara terbuka oleh Aurelie Moeremans.
Sebagai informasi, dalam buku Broken Strings, Aurelie mengungkap pengalaman masa lalunya sebagai korban child grooming, yakni pola manipulasi emosional yang dilakukan orang dewasa terhadap anak di bawah umur dengan tujuan eksploitasi, baik secara psikologis maupun seksual.
Aurelie menyamarkan nama sosok pria yang terlibat dalam kisahnya dengan nama “Bobby”. Ia menceritakan bahwa perkenalan dengan sosok tersebut terjadi saat usianya masih 15 tahun, sementara pria tersebut disebut telah berusia hampir 29 tahun.
Pertemuan awal terjadi ketika keduanya dipasangkan dalam sebuah proyek iklan. Aurelie mengungkap bahwa iklan tersebut sejatinya ditujukan untuk model dewasa, namun usianya kala itu diubah menjadi 21 tahun atas arahan manajernya.
Hubungan yang awalnya terlihat manis dan penuh perhatian itu, menurut Aurelie, perlahan berubah menjadi manipulatif. Dalam bukunya, ia menceritakan bagaimana kontrol emosional hingga tindakan kekerasan seksual akhirnya terjadi.
Kisah inilah yang tampaknya membuat Denny Sumargo bereaksi cukup keras. Tidak hanya menulis curahan hati, Densu juga mengambil sikap terkait polemik yang berkembang di media sosial, khususnya soal Roby Tremonti, sosok yang ramai dikaitkan warganet dengan karakter Bobby dalam buku tersebut.
Nama Roby Tremonti mencuat setelah publik menelusuri hubungan masa lalu Aurelie yang pernah menjalin asmara dengan pria berusia jauh lebih tua. Roby sendiri sempat mengklaim pernah menikahi Aurelie. Namun klaim tersebut dibantah langsung oleh Aurelie, yang menegaskan bahwa pernikahan itu tidak sah karena, menurut pengakuannya, dilandasi unsur pemaksaan dan pemalsuan dokumen.
Seiring viralnya buku Broken Strings, Roby Tremonti kemudian muncul ke publik dan menyatakan ingin memberikan klarifikasi. Ia bahkan secara terbuka memohon kepada Denny Sumargo agar diberi kesempatan tampil di podcast milik Densu.
“Tolong teman-teman yang followernya besar, saya bisa klarifikasi lebih panjang. Om Denny Sumargo misalkan, saya mengagumi Anda. Tolong, seandainya saya diundang ke podcast Om Denny, saya tidak mau ada kebencian,” ujar Roby dalam pernyataan yang beredar di media sosial.
Roby juga menegaskan bahwa dirinya tidak berniat menjatuhkan Aurelie dan hanya ingin keluarganya bisa hidup tenang di tengah tekanan publik.
Namun, setelah mempertimbangkan berbagai hal, Denny Sumargo akhirnya memutuskan untuk tidak mengundang Roby Tremonti ke dalam podcast-nya. Keputusan itu terlihat dari unggahan Instagram Story Densu, di mana ia membagikan cuplikan video iklan lama yang menjadi awal pertemuan Aurelie dan Roby.
“Oo ini awalnya,” tulis Densu singkat dalam unggahan tersebut.
Tak lama kemudian, Aurelie Moeremans memberikan respons atas sikap Densu. Ia mengungkap bahwa Denny Sumargo telah menghubunginya secara langsung untuk meminta penjelasan dan kronologi kejadian sebelum mengambil keputusan.
“Bang Densu keren, kemarin menelepon untuk minta kronologis dan memutuskan untuk tidak mengundang child groomer,” tulis Aurelie dalam pernyataannya.
Langkah Denny Sumargo tersebut mendapat apresiasi dari sebagian publik yang menilai Densu berhati-hati dalam menggunakan ruang podcast-nya agar tidak menjadi wadah pembenaran bagi tindakan yang diduga melibatkan eksploitasi anak.
Hingga kini, polemik seputar buku Broken Strings masih terus bergulir. Namun satu hal yang mencuat, kisah Aurelie telah membuka diskusi lebih luas mengenai pentingnya perlindungan anak, kesadaran publik terhadap child grooming, serta tanggung jawab figur publik dalam menyikapi isu sensitif tersebut.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5464154/original/022157500_1767680956-0906211623197802859399710.jpg)