Kemendagri Minta Kepala Daerah Wujudkan Ketahanan Pangan, Singgung Satu Anak Tanam Satu Pohon

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, mengajak kepala daerah, bupati, wali kota dan sekretaris daerah untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam bidang ketahanan pangan. 

Akmal menjelaskan, kebijakan Presiden Prabowo saat ini adalah politik pangan dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang banyak berkaitan dengan ekonomi pangan karena menyadari betapa pentingnya politik kemandirian pangan bagi Indonesia. Program prioritasnya yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Swasembada Pangan. 

Baca Juga :
Kampung Nelayan dan Teknologi Maritim Pilar Ketahanan Pangan Nasional
Prabowo Beri Penghargaan Sejumlah Anggota Polri Terkait Dukungan Ketahanan Pangan Nasional, Ini Daftarnya

"Kalau sebelumnya apabila kita membahas kebijakan politik terlalu makro, kali ini saya ingin mendorong fokus 1 hal saja yakni, bagaimana kebijakan politik diarahkan fokus untuk kemandirian pangan bisa diwujudkan. Bagaimana menggerakkan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan. Misal mendorong, anak-anak muda, siswa sekolah untuk menanam 1 pohon cabe saja, itu sudah merupakan wujud mengimplemantasikan rasa nasionalisme demi kemandirian bangsa di bidang pangan," kata Akmal Malik saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah Guna Mendukung Pelaksanaan Program Prioritas Presiden dan Asta Cita yang digelar Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri di Jakarta, Kamis 15 Januari 2026.

Menurut Akmal, Indonesia memiliki bonus demografi untuk menyongsong Indonesia Emas Tahun 20245. Untuk itu semua kalangan harus ikut menyiapkan sumber daya manusia (SDM) generasi muda yang berkualitas dan memahami bagaimana membangun Indonesia dimulai dari diri sendiri untuk menciptakan kemandirian bangsa dengan memulai satu hal yakni ketahanan pangan. 

Akmal mengingatkan bahwa Indonesia sejak dahulu dikenal sebagai negara agraris yang pertaniannya bagus. Namun celakanya saat ini hampir semua orang lupa melakukan regenerasi budaya agraris kepada generasi penerus, anak-anak bangsa. Saat ini jumlah petani Indonesia, baik petani maupun peternakan jumlahnya kurang lebih 5,1 juta orang dan mereka semua umumnya adalah orang yang sudah tua.

"Indonesia punya potensi bonus demografi anak-anak muda. Saya mencatat ada kurang lebih 80 juta anak usia ,sekolah mulai dari SMP hingga SMA di seluruh Indonesia. Pemikiran saya bagaimana seandainya kepada 80 juta anak sekolah ini mereka diberikan pendidikan bagaimana mewujudkan ketahanan pangan. Tidak usah muluk-uluk semuanya tapi 50% saja, berarti sekitar 40 juta anak masing-masing diberikan pendidikan sesuatu khusus dari sekolah untuk menanam 1 pohon. Dari situ akan tumbuh budaya menanam untuk ketahanan pangan," kata Akmal.

Baca Juga :
Rocky Gerung soal Wacana Pilkada Lewat DPRD: Suara Rakyat Tak Boleh Pakai Joki
Usulan Pilkada Lewat DPRD, DPR Lebih Pilih Fokus Tangani Bencana Sumatera
Polemik Usulan Kepala Daerah Dipilih Lewat DPRD, DPR Singgung Mahalnya Ongkos Politik

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalan Panjang Perjuangkan Penghasilan Pendidik Minimal Setara UMR
• 15 jam lalukompas.id
thumb
WNI Korban Penculikan Bajak Laut di Gabon, Kondisinya Terus Dipantau
• 9 jam laluidntimes.com
thumb
Pembantaian Terbesar Iran Meledak: 12.000 Tewas, Militer Mulai Membelot, Trump Kirim Ultimatum
• 13 jam laluerabaru.net
thumb
Legenda Bertuah, Program Drama Televisi Berbasis AI Pertama di Indonesia
• 10 jam laluinsertlive.com
thumb
Bandcamp Resmi Larang Musik Hasil Bikinan AI: Kami Berhak Menghapusnya
• 9 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.