Puluhan Sapi Terinfeksi LSD, Bali Lockdown Lalu Lintas Ternak di Jembrana

merahputih.com
1 jam lalu
Cover Berita

MerahPutih.com - Provinsi Bali resmi memberlakukan lockdown atau pelarangan lalu lintas ternak sapi dan kerbau keluar masuk Kabupaten Jembrana setelah menemukan kasus penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) 28 ekor sapi.

“Sementara kita lockdown, khusus Kabupaten Jembrana tidak melalulintaskan ternak ke mana-mana. Ini suratnya per hari ini saya menunggu batasnya enam bulan ke depan atau sampai tuntas,” kata Kepala Distan Pangan Bali, Wayan Sunada, di Denpasar, Kamis (15/1).

Baca juga:

Petugas Dinkes Jembrana Razia Obat Ilegal di Apotek

Kasus Pertama 24 Desember

Kasus LSD pertama kali terdeteksi pada 24 Desember 2025 setelah Balai Besar Veteriner Denpasar menerima laporan sapi dengan gejala benjolan kulit, demam, dan pembengkakan di area leher. Hasil uji PCR pada 27 Desember 2025 menyatakan positif LSD.

Investigasi lapangan dilakukan pada 5 Januari 2026 di Desa Baluk, Kecamatan Negara, serta wilayah terdampak lain seperti Kaliakah, Banyubiru, Berangbang, dan Manistutu.

Hasilnya, tercatat 28 ekor sapi positif LSD, dengan dua ekor di antaranya mati. Sumber penularan diduga berasal dari masuknya ternak terinfeksi secara ilegal dari luar Bali.

Baca juga:

Ribuan Sapi Perah Bunting Asal Australia Masuk Indonesia, Buat Percepat Produksi Susu Nasional

28 Sapi Terinfeksi Sudah Dimusnahkan

Distan Pangan Bali telah melakukan pemotongan bersyarat terhadap sapi yang terkonfirmasi LSD dan menargetkan eksekusi selesai minggu ini.

“Khusus Kabupaten Jembrana kami sudah berikan disinfektan juga agar kandang-kandang peternak disemprot sebab vektornya adalah lalat penghisap darah, sudah kami lakukan,” ujar Sunada.

Rencananya, lanjut dia, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan dijadwalkan turun langsung ke Jembrana untuk meninjau situasi sekaligus memberikan bantuan sarana prasarana penanganan.

“Rencananya Jumat Dirjen PKH turun ke Jembrana, beliau berjanji memberikan dukungan sarana prasarana untuk menuntaskan penyakit LSD ini,” tandas Sunada. (*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Agro Yasa Lestari (AYLS) Diakuisisi Senilai Rp39,84 Miliar, Sahamnya Terbang!
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Jadi Operator Judol Jaringan Kamboja, 4 Warga Bandung Barat Diciduk
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dasar Gugatan Ressa terhadap Denada: Klaim Anak Kandung dan Penelantaran
• 10 jam laluinsertlive.com
thumb
Demo Hari Ini: Massa Buruh Geruduk DPR dan Kemnaker Tuntut Revisi UMP Jakarta 2026
• 3 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.