FAJAR BONE — Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Bajoe meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan aktivitas pelayaran menyusul imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi angin kencang yang diperkirakan terjadi selama tujuh hari ke depan.
Meski demikian, hingga kini belum ada larangan pelayaran yang diberlakukan di Pelabuhan Bajoe.
Pihak UPP Bajoe menegaskan operasional pelabuhan tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat, khususnya terhadap kapal-kapal penyeberangan yang mengangkut penumpang dan kendaraan.
Langkah antisipasi dilakukan melalui pemantauan intensif kondisi cuaca dan gelombang laut serta koordinasi berkelanjutan dengan awak kapal.
Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan pelayaran di tengah cuaca yang dinamis, sekaligus memastikan pelayanan penyeberangan tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor risiko.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPP Kelas II Bajoe, Muhammad Taufan, mengatakan imbauan BMKG menjadi perhatian utama pihaknya dalam mengawasi aktivitas pelayaran di wilayah tersebut.
“Tidak ada larangan, hanya imbauan dari BMKG bahwa tujuh hari ke depan berpotensi angin kencang,” katanya.
Ia menjelaskan, apabila kondisi angin dan cuaca memburuk, pihaknya akan melakukan penyesuaian jadwal keberangkatan kapal sesuai kondisi lapangan.
Penundaan dapat dilakukan dalam durasi tertentu demi menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal.
“Kalau angin kencang, kita lihat jam berapa dan hari apa. Kadang kami tunda pemberangkatan,” ujarnya.
Menurut Taufan, penundaan biasanya bersifat sementara, mulai dari satu hingga tiga jam, khususnya untuk kapal penyeberangan. Selain itu, pihak Syahbandar secara rutin memperbarui informasi cuaca dan gelombang dari BMKG sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Ombak terus kita update dari BMKG. Awak kapal juga selalu mendapatkan informasi jika ada kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan,” katanya.
Sementara itu, salah seorang nahkoda kapal penyeberangan rute Bajoe–Kolaka, Muhammad Saleh, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan penundaan sementara tersebut demi keselamatan pelayaran.
“Kalau cuaca kurang bagus, lebih baik ditunda dulu. Penumpang biasanya kami beri pengertian karena keselamatan itu yang utama,” ujarnya.(an)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453249/original/070393900_1766473120-WhatsApp_Image_2025-12-23_at_13.54.25.jpeg)