Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih harus mengantongi profit alias keuntungan hingga membuka lapangan pekerjaan untuk generasi Z (Gen Z).
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan profit menjadi salah satu indeks Key Performance Indicator (KPI) yang harus dicapai KopDes/Kel Merah Putih.
“Kementerian koperasi pun sekarang juga akan menggunakan strategi-strategi yang baru pendekatan-pendekatan yang baru, KPI-nya itu harus jelas, Koperasi Desa dan Kelurahan ini harus untung,” kata Ferry dalam YouTube IDN Times, Kamis (15/1/2026).
Ferry menekankan setiap KopDes/Kel Merah Putih harus menerapkan prinsip hati-hatian dalam menjalankan usahanya agar dapat memperoleh bisnis yang menguntungkan.
“Oleh karena itu dalam proses pelatihan kita sekarang pun juga melibatkan teman-teman dari bank, khususnya Bank Himbara,” terangnya.
Alhasil, dia menyebut kini Bank Himbara juga mendapat tugas untuk membimbing pengurus dan pengelola KopDes/Kel Merah Putih dalam membuat proposal, termasuk tata cara pencairan kredit.
Baca Juga
- Kemenkop Bidik China Council Jadi Pemasok Alat Pertanian KopDes Merah Putih
- Purbaya Revisi PMK Kopdes Merah Putih: Skema Kredit Diperjelas, Ada Peran Agrinas
- Kemenkop Rilis Command Center, Lacak KopDes Merah Putih yang Butuh Penanganan
Di samping itu, Ferry menyampaikan, keberadaan KopDes/Kel Merah Putih juga menjadi tempat alternatif bagi para pencari pekerjaan, termasuk Gen Z.
“Koperasi Desa Kelurahan/Merah Putih ini akan bisa menjadi tempat alternatif bagi para pencari kerja yang sekarang nggak ada kerjaan. Gen Z itu 11 jutaan, sisanya 30 juta [gen] milenial, yang mereka butuh lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Dia berharap KopDes/Kel Merah Putih bukan hanya membuka lapangan pekerjaan pada pengurus, melainkan pada unit bisnis seperti gerai yang memasok kebutuhan pokok masyarakat.
“Atau kalau perlu kita wajibkan adalah brand-brand lokal dan hasil produk-produk para pelaku UMKM yang notabene banyak di antara mereka anak-anak muda, milenial, dan gen Z,” tutupnya.




