Khawatir banjir, warga Kavling DKI tolak pengalihan sodetan perumahan

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Warga di kawasan Kavling DKI, Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat menolak rencana pengalihan sodetan atau jalur pembuangan air dari sebuah perumahan yang tengah dibangun, di sekitar wilayah mereka.

Ketua RT 04 RW 06 Meruya Selatan, Fajar Aridwianto di Jakarta, Kamis, menyebut, lokasi perumahan besar itu memiliki ketinggian tanah lebih dari satu meter dibandingkan Kavling DKI, sehingga berpotensi menimbulkan banjir di lingkungan permukiman.

“Jadi kalau aliran air masuk ke saluran RT 04, yang terjadi kita berubah dari RT yang kering jadi embung. Air pasti mengalir ke bawah,” kata Fajar.

Ia pun menegaskan bahwa warga pada dasarnya tidak mempermasalahkan adanya pembangunan perumahan di sekitar wilayah mereka.

“Sebenarnya kita tak ada masalah dengan adanya pembangunan. Hanya pada waktu mereka punya rencana untuk melakukan sodetan dari saluran ke sini, makanya kita mempersoalkan,” ucap Fajar.

Baca juga: Masih banjir, warga Jaktim pertanyakan fungsi Sodetan Ciliwung

Keluhan warga bermula saat adanya sejumlah pihak yang melakukan pengukuran di Jalan Cemara tanpa pemberitahuan kepada warga setempat.

Fajar mengatakan, pihak yang melakukan pengukuran dari Sumber Daya Air (SDA), kelurahan dan dari pengembang perumahan tersebut.

"Tapi ironisnya warga tidak tahu, apalagi saya sebagai ketua RT,” ungkap Fajar.

Fajar pun mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada kelurahan. Namun, hingga kini belum ada tanggapan.

“Kita sudah membuat laporan ke Pak Lurah, tapi tidak ada reaksi apa-apa,” katanya.

Baca juga: Pembangunan sodetan di Muara Angke untuk percepat surutnya banjir rob

Merasa aspirasinya tidak digubris, warga akhirnya melaporkan persoalan tersebut langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono, dengan tembusan ke sekitar 15 instansi, termasuk DPRD DKI Jakarta.

“Usaha itu yang kita lakukan. Tapi warga masih sangat marah, akhirnya mereka memasang spanduk penolakan sodetan,” kata Fajar.

Spanduk penolakan itu terpampang di kawasan Kavling DKI, Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Sementara itu, hingga berita ini dibuat, Kasudin SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari maupun Lurah Meruya Selatan, Maizar belum memberikan tanggapan terkait masalah ini.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jaga Stok Daging di Jakarta, Dharma Jaya Berencana Impor Ribuan Ekor Sapi dari Australia
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Hari Desa Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Komitmen Bangsa Majukan Desa
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Pedestrian Deck Baru Akan Satukan Moda Transportasi Dukuh Atas
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
IHSG Diproyeksi Kinclong Meski Dibayangi Profit Taking, Cek 3 Saham Pilihan Analis
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Bank Kalsel Salurkan Dana untuk Bencana Banjir di Hulu Sungai Utara
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.