Penulis: Mh Naim
TVRINews, Lampung
Banjir yang merendam permukiman warga di Desa Sumur Kucing, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, telah berlangsung lebih dari sepekan dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Genangan air setinggi puluhan sentimeter tersebut menghambat aktivitas warga dan mulai berdampak serius terhadap kondisi kesehatan masyarakat setempat.
Sebanyak 77 kepala keluarga masih bertahan dan menjalani aktivitas sehari-hari di tengah genangan banjir. Warga memilih tetap tinggal di rumah masing-masing karena tidak memiliki kerabat maupun tempat lain untuk mengungsi. Hingga saat ini, pemerintah daerah belum mendirikan tenda pengungsian sementara, sehingga warga terpaksa beradaptasi dengan kondisi banjir yang berkepanjangan.
Seiring berjalannya waktu, kondisi banjir semakin mengkhawatirkan. Air yang menggenangi permukiman warga berubah warna menjadi hitam pekat, berlumpur, serta mengeluarkan bau menyengat. Air tersebut diduga telah tercampur limbah rumah tangga dan sisa material lainnya, sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit di lingkungan permukiman.
Dampak kesehatan mulai dirasakan warga, terutama gangguan kulit seperti gatal-gatal dan iritasi akibat terlalu lama beraktivitas di dalam air kotor. Tak hanya orang dewasa, sejumlah anak-anak juga mengeluhkan demam, batuk pilek, hingga diare. Kondisi ini membuat warga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, khususnya dalam penyaluran bantuan obat-obatan dan layanan kesehatan bagi korban banjir.
Meski banjir kerap melanda wilayah Desa Sumur Kucing, namun warga menilai banjir kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Luapan Sungai Way Sekampung yang awalnya hanya merendam lahan pertanian, secara perlahan naik hingga memasuki kawasan permukiman penduduk dengan ketinggian air mencapai sekitar 90 sentimeter.
Parahnya banjir juga dipicu oleh sistem drainase dan saluran pembuangan air yang tidak berfungsi maksimal untuk mengalirkan air limpasan ke wilayah yang lebih rendah. Kondisi tersebut diperburuk dengan intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah hulu Sungai Way Sekampung. Warga memperkirakan genangan air masih akan bertahan selama beberapa hari ke depan jika tidak ada upaya penanganan lanjutan dari pihak terkait.
Editor: Redaktur TVRINews




