Prabowo Ingin Pemanfaatan Mineral Kritis Dipercepat

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Industri Mineral Brian Yuliarto mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran pemerintah untuk mempercepat pemanfaatan kandungan mineral kritis atau rare earth.

Brian menyebutkan, Prabowo berpesan soal penguasaan teknologi supaya kandungan mineral kritis dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.

"Jadi, Pak Presiden ingin mendorong industri strategis, terutama industri mineral kritis di Indonesia. Tadi saya mendapatkan arahan agar dipercepat, teknologi segera dikuasai sehingga kandungan mineral kritis, rare earth salah satunya itu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat," ujar Brian seusai bertemu Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Baca juga: Malam-malam, Mendikti Naik Motor Patwal Temui Prabowo ke Istana

Brian menyebutkan, salah satu pemanfaatan rare earth yang dicanangkan adalah pengembangan mobil nasional.

"Salah satu aplikasinya (Mobnas). Karena di sana ada, misalnya, NDPR yaitu aplikasi untuk permanen magnet yang sangat dibutuhkan untuk kendaraan listrik," kata dia.

Di samping itu, Badan Pengelola Investasi Danantara juga diminta membangun jembatan dengan pihak-pihak luar negeri demi mempercepat hilirisasi rare earth.

Baca juga: Rare Earth Jadi Alasan Mendikti Dilantik Jadi Kepala Badan Industri Mineral

"Danantara diundang juga untuk membuat link bagaimana hilirisasi rare earth itu bisa segera diwujudkan kerja sama teknologi dengan luar negeri, kalau memang kita belum menguasai," kata Brian.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Tapi tentu kita ingin riset-riset di perdalaman sesegera mungkin sehingga kita bisa memiliki industri logam tanah jarang ini, hilirisasinya," ujar dia.

Brian menyebutkan, pertemuannya dengan Prabowo turut diikuti  Direktur Utama Pindad Sigit Puji Santosa, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan tamu dari luar yang tidak disebut namanya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BRI Peduli Salurkan Bantuan dan Gelar Program Trauma Healing untuk Anak-Anak Terdampak Banjir Sumatera
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
RKAB Vale (INCO) Disetujui ESDM, Perusahaan Fokus Pulihkan Operasi
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
4 Terdakwa Demo Ricuh Agustus Dituntut 10 Bulan hingga 1 Tahun Penjara
• 9 jam laludetik.com
thumb
Soal UMKS 2026, Buruh Banding-bandingkan Gubernur Dedi Mulyadi dengan Gubernur Andra Soni
• 12 jam lalufajar.co.id
thumb
Motor Naik Bahu Jalan, Nenek 63 Tahun Tewas Terlindas Truk Trailer di Jalan Daendels Gresik
• 12 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.