JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menyebut bahwa terduga pelaku pencurian rel kereta di Jatinegara, Jakarta Timur merupakan tujuh remaja.
Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono menjelaskan, pencurian tersebut terjadi pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Para pelaku diduga mengambil rel bekas yang tidak terpasang di jalur perlintasan kereta api.
"Tujuh orang anak remaja yang datang lalu mengambil rel bekas sudah tidak terpakai dan tidak terpasang, tergeletak namun saat rel tersebut hendak dibawa, petugas security stasiun Jatinegara memergokinya," jelas Samsono saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Pencuri Rel Kereta di Jatinegara Kabur dan Tinggalkan Barang Curian
Menyadari aksinya diketahui, para pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan besi rel tersebut di pinggir jalan.
"Pelaku langsung melarikan diri dengan meninggalkan besi rel di pinggir jalan, setelah itu security membawa rel tersebut ke dalam area stasiun (Jatinegara)," tuturnya.
Samsono menambahkan, potongan rel tersebut biasa digunakan untuk menutup sementara tembok stasiun yang jebol.
"Rel bekas tersebut adalah rel potongan yang biasanya digunakan untuk menutup sementara tembok stasiun yang jebol, karena panjangnya seperti di video hanya kurang lebih 3 meteran sedangkan kalau rel aslinya adalah sepanjang 25 meter," ungkapnya.
Saat ini polisi tengah memburu remaja pelaku pencurian rel besi tersebut.
Baca juga: KAI Pastikan Rel Diduga Dicuri di Jatinegara Bukan Rel Aktif
Sebelumnya, sejumlah orang diduga nekat mencuri potongan rel kereta api di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (14/1/2026).
Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @info.jakartatimurr, tampak sejumlah warga menyaksikan potongan rel kereta sepanjang sekitar 3 meter tergeletak di pinggir jalan.
Dalam rekaman tersebut, warga juga terlihat meminggirkan rel yang diduga dicuri agar tidak mengganggu pengguna jalan.
Narasi video menyebutkan bahwa aksi pencurian itu terjadi saat situasi kerusuhan di kawasan Jatinegara.
"Pelaku memanfaatkan kekacauan massa untuk mengambil material besi tersebut tanpa memedulikan risiko keselamatan perjalanan kereta api maupun situasi yang sedang memanas," tulis keterangan akun Instagram info.jakartatimurr.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


