Ramai di Layar, Sepi di Kepala

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Layar ponsel kita tak pernah benar-benar sepi. Notifikasi datang silih berganti, video bergulir tanpa henti, dan linimasa terasa selalu penuh. Namun, di balik keramaian itu, kepala justru sering terasa kosong. Kita sibuk menyimak banyak hal, tapi jarang benar-benar memahami apa pun secara utuh.

Di era digital, perhatian menjadi komoditas paling mahal. Setiap aplikasi berlomba merebut fokus kita,dengan warna mencolok, suara singkat, dan konten cepat habis. Akibatnya, kita terbiasa mengonsumsi informasi secara instan, tanpa jeda untuk berpikir. Ramai di layar, tapi sunyi di pikiran.

Ironisnya, semakin banyak yang kita lihat, semakin sulit kita mencerna. Informasi menumpuk tanpa sempat diolah. Kita tahu banyak judul, tapi miskin makna. Banyak opini lewat, tapi jarang benar-benar dipahami. Kepala lelah bukan karena berpikir terlalu dalam, melainkan karena tak pernah diberi waktu untuk berpikir sama sekali.

Fenomena ini juga mengubah cara kita berdialog dengan diri sendiri. Saat layar selalu aktif, ruang sunyi menghilang. Padahal, justru dalam kesunyian itulah refleksi tumbuh. Tanpa refleksi, kita mudah terombang-ambing oleh tren, emosi sesaat, dan opini viral yang belum tentu kita yakini.

Ramai di layar juga sering menipu perasaan. Kita merasa terhubung, padahal sering kali hanya terpapar. Kita merasa tahu banyak, padahal hanya sekilas. Kepala menjadi penuh distraksi, tetapi kosong arah.

Mungkin yang perlu kita lakukan bukan menambah konten, melainkan mengurangi kebisingan. Memilih apa yang layak dilihat, memberi jarak dari layar, dan memberi ruang bagi pikiran untuk bekerja. Karena pada akhirnya, bukan seberapa ramai layar kita yang menentukan kualitas hidup, melainkan seberapa jernih kepala kita memaknai dunia.

Penulis Mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas Fakultas Ilmu Komputer.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPA: Konflik Agraria Naik 15 Persen di Tahun Pertama Prabowo, Kekerasan Aparat Melonjak
• 5 jam lalusuara.com
thumb
Beli Motor Listrik Awal tahun, Cashback Sampai Rp12 Juta
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Pengamat Sorot Menguatnya Elitisme Politik dalam Pilkada lewat DPRD: Lahirkan Pemimpin Tanpa Legitimasi
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Eskalasi Ancaman Anak di Balik Penurunan Angka Pengaduan
• 4 jam lalukompas.id
thumb
ASEAN Championship 2026: John Herdman Ingin Cetak Sejarah untuk Timnas Indonesia 
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.