KBRI Teheran mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran untuk tetap waspada terkait demo rusuh di Iran. WNI juga diminta untuk selalu berkoordinasi dengan KBRI Teheran.
Selain itu, WNI yang berada di Iran diimbau untuk menghindari kerumunan massa, daerah rawan, dan membatasi pergerakan seminimal mungkin.
Berikut imbauan lengkap KBRI Teheran yang dikutip dari akun Instagram resminya:
Meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan diri sendiri dan keluarga dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari
Menjaga komunikasi dan menginformasikan keadaan dan keberadaan kepada KBRI Teheran
Agar menghindari kerumunan massa, daerah rawan, dan membatasi pergerakan seminimal mungkin
Menyimpan barang dan dokumen berharga pada tempat yang aman
Memastikan sudah memproses lapor diri dan keluarga kepada KBRI Teheran
Mencermati perkembangan situasi keamanan setempat dengan memantau sumber informasi resmi dan tepercaya serta menaati imbauan keamanan oleh otoritas terkait
Menghubungi hotline KBRI Teheran yang masih dapat diakses dengan telepon kabel dan seluler di nomor +98 902 466889 sekiranya berada dalam situasi darurat
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim pembunuhan terhadap demonstran di Iran telah dihentikan dan rencana eksekusi dibatalkan.
Pernyataan itu disampaikan Trump di Gedung Putih pada Rabu (14/1), di tengah kekhawatiran global atas penindakan keras terhadap gelombang protes di Iran.
“Sumber penting di pihak lain mengatakan pembunuhan telah berhenti dan eksekusi tidak akan dilakukan. Seharusnya hari ini ada banyak eksekusi, tetapi itu tidak akan terjadi—kita akan lihat apakah benar,” kata Trump, dikutip dari AFP.
Klaim tersebut diamini Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang menegaskan pemerintah berada dalam “kendali penuh”.
“Tidak akan ada hukuman gantung hari ini atau besok. Saya yakin tidak ada rencana eksekusi,” ujarnya kepada Fox News, seraya menyebut situasi telah kembali tenang.





