jpnn.com, JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan realisasi investasi pada triwulan IV 2025 tetap memberikan dampak positif bagi struktur APBN jangka panjang.
Hal ini disampaikan merespons kondisi defisit APBN 2025 yang dilaporkan melebar hingga 2,92 persen dari PDB.
BACA JUGA: Seskab Teddy Jelaskan Pertemuan Prabowo dan Rosan Roeslani
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Kamis (15/1/2026), realisasi investasi periode Oktober–Desember 2025 mencapai Rp 496,9 triliun, tumbuh 9,7 persen secara tahunan (YoY).
Angka ini menyumbang 26,1 persen dari total target investasi 2025 yang dipatok sebesar Rp 1.931 triliun.
BACA JUGA: Rosan Roeslani Ditunjuk Jadi Kepala Danantara, Sebegini Harta Kekayaannya
"Investasi adalah komitmen jangka panjang. Meskipun ada insentif di awal, dampak dari pajak-pajak lainnya akan tercipta seiring berjalannya usaha, dan kesejahteraan masyarakat meningkat," ujar Rosan di Jakarta.
Rosan yang juga menjabat sebagai CEO Danantara menekankan bahwa kontribusi investasi terhadap negara tidak hanya dilihat dari sisi fiskal instan, tetapi juga melalui penciptaan lapangan kerja.
BACA JUGA: Menteri Investasi Rosan Roeslani Jadi Kepala Danantara, Erick Thohir Sebagai Pengawas
Ia mencontohkan sektor hilirisasi non-mineral, seperti kelapa yang mampu menyerap hingga 10.000 tenaga kerja meski dengan nilai investasi sebesar 100 juta dolar AS.
Keoptimisan ini muncul setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa defisit APBN per 31 Desember 2025 mencapai Rp 695,1 triliun.
Meski melebar dari target awal 2,53 persen, Pemerintah memastikan posisi defisit masih berada di bawah ambang batas aman 3 persen yang ditetapkan undang-undang.
"Walau melembung, kami pastikan di bawah 3 persen," kata Menkeu Purbaya dalam laporan APBN KiTa edisi Januari 2026.
Hingga akhir 2025, pendapatan negara sementara tercatat sebesar Rp 2.756,3 triliun atau sekitar 91,7 persen dari target.
Pemerintah kini fokus menjaga keseimbangan antar-sektor agar investasi terus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara luas guna memperkuat basis fiskal di masa depan.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


:strip_icc()/kly-media-production/medias/2913249/original/058240300_1568693252-KPK_1.jpeg)
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F02%2F03%2F07e56dfca40c0b8f413239487189c486-20250203PRI6HR.jpg)