Dominasi Investor Lokal Diramal Berlanjut, Rosan: Karena Danantara

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Investor domestik pertama kalinya mendominasi kontribusi penanaman modal di dalam negeri setidaknya sejak lima tahun terakhir pada 2025. Pemerintah meramalkan kondisi tersebut berlanjut pada tahun ini pascapengoperasian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara secara penuh.

Kementerian Investasi mendata realisasi investasi dalam negeri melonjak 26,6% dari Rp 814 triliun pada 2024 menjadi Rp 1.030 triliun pada tahun lalu. Dengan demikian, kontribusi investor domestik mencapai 53,4% dari total investasi sepanjang 2025.

"Kami melihat dominasi realisasi investor domestik akan lebih besar lagi tahun ini akibat beroperasinya Danantara," kata Menteri Investasi Rosan P Roeslani di kantornya di Jakarta, Kamis (15/1).

Rosan yang juga menjabat sebagai CEO Danantara menyampaikan, proses pengorganisasian badan pengelola investasi itu baru rampung pada paruh kedua tahun lalu. Alhasil, Danantara baru dapat berjalan penuh pada Oktober 2025.

Adapun Danantara berencana melakukan investasi di beberapa sektor pada tahun ini, seperti kesehatan, program hilirisasi, dan kimia. Rosan menilai pengoperasian Danantara akan memantik minat investor lokal lebih tinggi lagi.

Pasalnya, pengoperasian Danantara dinilai akan meningkatkan kepastian investasi bagi investor asing. Pada saat yang sama, Danantara akan mensyaratkan setiap investor asing yang masuk dalam proyeknya untuk menambah satu mitra lokal.

"Praktik itu akan menunjukkan bahwa pemerintah melalui Danantara mengambil risiko terukur dalam semua proyek investasinya. Mudah-mudahan pertumbuhan realisasi investasi 2026 akan lebih tinggi," ujarnya.

Rosan memaparkan, empat dari lima provinsi yang menjadi fokus realisasi investasi dari dalam negeri ada di Pulau Jawa, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten. Total investasi dari dalam negeri di empat provinsi tersebut mencapai Rp 500,1 triliun atau hampir 50% dari total realisasi investor lokal.

Adapun lima sektor investasi yang paling diminati investor lokal adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi; pertambangan; perumahan dan kawasan industri; jasa lainnya, serta; perdagangan dan reparasi. Total investasi kelima sektor tersebut mencapai Rp 573,5 triliun atau 55,67% dari total realisasi investor lokal.

Rosan mensinyalir mayoritas investasi yang dilakukan investor domestik tidak masuk dalam program investasi. Sebab, kontribusi penanam modal di dalam negeri hanya 26,5% dari total investasi program hilirisasi atau senilai Rp 154,5 triliun.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dampingi Wapres Gibran, Ribka Tegaskan Percepat Pembangunan di Tanah Papua
• 17 jam lalueranasional.com
thumb
BMKG Ungkap Pemicu Hujan Lebat pada Awal 2026
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Update Kasus Bully PPDS Unsri: Kronologi-Pelaku Disidang Etik
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Terkait Aduan Garputala, LMKN Tegaskan Transparansi Pengelolaan Royalti
• 11 jam lalueranasional.com
thumb
Bank Woori Saudara Perluas Installment Bisnis untuk Nasabah Perusahaan
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.