Mendagri Minta Tambahan Personel TNI-Polri-Sekolah Kedinasan Terjun ke Aceh

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta TNI, Polri hingga sekolah kedinasan untuk menambah personel ke daerah terdampak bencana di Sumatera. Hal itu untuk melakukan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, khususnya Aceh.

"Untuk pemerintahan kabupaten, semuanya lancar kecuali Aceh Tamiang. Aceh Tamiang kemarin betul-betul down, baik kantornya, dinasnya. Tapi setelah kemudian dikirimkan banyak sekali kekuatan di sana, mulai dari TNI/Polri yang pertama, IPDN 1.100 lebih, kemudian dari KementerianKum, PoltekKum 500 ngirim, dan kemarin itu mengirimkan 1.142 dari Kementerian KKP," kata Tito saat rapat koordinasi di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (15/1/2026).

Tito menuturkan akan ada kekuatan tambahan penanganan bencana dalam waktu dekat. Para personel tambahan akan datang dari kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda) dari akademi TNI dan Polri.

Baca juga: Video Ada Pemda Habiskan Rp 1 M Sehari untuk Makan, DPR: Tak Masuk Akal

"Minggu depan saya dengar akan ada Latsitarda dari akademi TNI/Polri, 2.000 total. Sebagian besar tumpahnya Tamiang. Kemudian ke Aceh Timur, Aceh Utara, dan di Pidie. Daerah-daerah lumpur semua itu. Akan bergerak mereka door to door. Sudah. Kalau boleh ditampilkan foto-fotonya," jelasnya.

Dia juga ingin personel dari sekolah kedinasan bisa turun langsung ke sejumlah daerah terdampak bencana. Tito menyebut kebutuhan tenaga di daerah terdampak masih besar.

"Nah, kalau ada lagi yang sekolah kedinasan lagi yang mau ngirim, saya tahu masih ada dari Kementerian Perhubungan banyak, kemudian juga dari Sekolah Tinggi Intelijen juga banyak pasukannya. Kalau mau ngirim lagi, silakan saja," kata dia.

"Karena ini sudah menyangkut alat berat diperlukan untuk di daerah yang jalan umum, fasilitas umum. Tapi kalau sudah masuk ke gang-gang, ke rumah-rumah, itu enggak bisa, itu harus perorangan masuk," imbuhnya.

Baca juga: Mualem Ungkap Jembatan di Aceh Masih Rusak: Siswa Naik Rakit ke Sekolah

Menurut Tito, proses pemulihan pascabencana akan berjalan cepat bila dibantu banyak personel. Untuk itu, dia juga meminta tambahan personel Polri maupun TNI ditambah.

"Tadi makin banyak orang masuk ke sana makin bagus. Saya meminta TNI/Polri, saya dengar sudah hampir 1.000 ke sana, di-BKO saja. Kemudian juga kalau bisa TNI 5.000 saja tambah di sana, itu akan jauh lebih cepat lagi. Ditambah sekolah kedinasan. Tapi ya tolong yang berangkat ke sana jangan orang berangkatnya saja," ujarnya.

"Lengkapi juga dengan peralatan perorangannya. Nomor satu, sepatu boot karet. Yang kedua adalah sekop, cangkul. Yang ketiga alat dorong, dorong tanah itu. Keempat dump truck sama ekskavator. Itu sangat membantu. Apalagi ditambah semprotan air. Itu akan sangat membantu sekali," kata dia.




(tsy/ygs)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bali Zoo Hentikan Program Gajah Tunggang demi Perkuat Kesejahteraan Satwa
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Gawat, Susu Nestle Tercemar Zat Berbahaya
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
BEI Suspensi Aktivitas Perdagangan Saham HSBC Sekuritas Mulai Kamis (15/1)
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Buntut Kasus Susu Nestle, Pemerintah Diminta Buat Sistem Laporan Satu Pintu
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Info Beasiswa LPDP 2026 Dibuka, Kuliah Gratis S2 dan S3 Hingga Dokter Spesialis
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.