Benarkah Golongan Darah O Lebih Aman dari Serangan Jantung? Berikut Penjelasannya

mediaindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

SIAPA sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.

Sejumlah studi berskala besar yang dilaporkan media kesehatan dan sains internasional menunjukkan pola yang cukup konsisten, pemilik golongan darah O cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung, dibandingkan mereka yang bergolongan darah A, B, atau AB.

Temuan ini banyak dirujuk oleh Harvard Health Publishing, Medical News Today, serta berbagai riset yang dipublikasikan di jurnal medis internasional. Studi yang melibatkan ratusan ribu responden menemukan bahwa orang dengan golongan darah non-O memiliki risiko penyakit jantung sekitar 6 hingga 23 persen lebih tinggi dibandingkan golongan darah O, setelah memperhitungkan faktor usia, jenis kelamin, dan gaya hidup.

Baca juga : Jangkau Masyarakat di Pelosok Jateng, Gubernur Dapat Dukungan Kelompok Bisnis Taiwan

Apa penyebabnya?

Para peneliti menduga jawabannya terletak pada mekanisme pembekuan darah. Individu dengan golongan darah A, B, dan AB umumnya memiliki kadar von Willebrand factor dan faktor VIII yang lebih tinggi, dua komponen penting dalam proses pembekuan darah. Jika kadarnya berlebihan, risiko terbentuknya gumpalan darah meningkat. Gumpalan inilah yang dapat menyumbat pembuluh darah jantung dan memicu serangan jantung.

Sebaliknya, golongan darah O cenderung memiliki kadar faktor pembekuan yang lebih rendah, sehingga darah tidak mudah menggumpal. Risiko penyumbatan pembuluh darah pun relatif lebih kecil. Inilah penjelasan biologis yang paling masuk akal dan paling sering dikutip dalam literatur medis.

Meski demikian, para ahli menegaskan satu hal penting: perbedaannya tidak besar secara klinis. Golongan darah bukan faktor penentu utama kesehatan jantung. Tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, kebiasaan merokok, obesitas, dan minim aktivitas fisik jauh lebih berpengaruh dibandingkan golongan darah.

Baca juga : Konsumsi Erythritol Dapat Meningkatkan Risiko Pembekuan Darah

Artinya, golongan darah O bukan tiket bebas serangan jantung, dan golongan darah A, B, atau AB juga bukan vonis. Faktor genetik memang berperan, tetapi gaya hidup tetap menjadi penentu utama dalam kesehatan jantung.

Karena golongan darah tidak dapat diubah, para peneliti juga tidak merekomendasikan perlakuan medis khusus hanya berdasarkan golongan darah. Informasi ini lebih relevan untuk pemetaan risiko populasi, bukan sebagai dasar pengambilan keputusan klinis individual.

Kesimpulannya, jika Anda bergolongan darah O, risikonya memang sedikit lebih rendah secara statistik. Namun jika jarang berolahraga, pola makan buruk, dan merokok, keunggulan itu cepat menguap. Dalam urusan jantung, perilaku sehari-hari jauh lebih menentukan daripada huruf di kartu golongan darah. (National Library of Medicine/Z-10)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menteri PKP: Huntap Pascabencana Harus Aman, Legal, dan Layak
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Mentan Amran Percepat Pemulihan Sawah Aceh Utara
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
KIP Putuskan Ijazah Jokowi Informasi Publik, Bonatua Silalahi: Kemenangan untuk Publik
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Pertamina Dorong UMKM Pangan Naik Kelas Lewat Program Pertapreneur Aggregator 2025
• 18 jam lalupantau.com
thumb
India Open 2026: Jonatan Christie Tak Sabar Hadapi Christo Popov, Waspadai Kelebihan Lawan
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.