Wamenhaj Pulangkan Enam Calon Petugas Haji yang tidak Jujur Soal Kesehatan

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

WAKIL Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengambil langkah tegas dalam proses seleksi petugas haji tahun ini. Sebanyak enam calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M dipulangkan dari kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, karena kedapatan tidak jujur mengenai kondisi kesehatan mereka.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Wamenhaj saat memimpin apel malam di hadapan lebih dari 1.600 peserta diklat, Kamis (15/1) malam. 

Menurutnya, kejujuran sejak dini merupakan fondasi utama bagi siapa pun yang ingin mengabdi melayani jamaah di Tanah Suci.

Baca juga : Wamenhaj: Haji tanpa Antre Itu Pasti Penipuan

"Laporan yang saya terima sudah ada yang berguguran. Ada setidaknya enam orang. Tiga di antaranya karena sakit," ujar Dahnil dalam arahannya.

Pihak kementerian memberikan perhatian serius pada temuan adanya peserta yang menyembunyikan riwayat penyakit kronis maupun menular. 

Berdasarkan hasil verifikasi ulang selama diklat, beberapa peserta diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.

Baca juga : Kemenhaj: Petugas Haji Representasi Negara, Jangan Bikin Malu

Wamenhaj menyayangkan sikap tidak terbuka para peserta sejak awal proses seleksi. Padahal, keterbukaan kondisi kesehatan sangat krusial untuk memastikan keselamatan pribadi petugas maupun orang di sekitarnya.

"Sejak awal masuk tidak jujur menyatakan bahwasanya dia ada sakit. Misalnya TB atau ginjal yang justru bisa mencelakai teman-teman sekalian. Penyakit seperti TBC itu menular, maka kami memutuskan untuk memulangkan dan menggugurkan haknya," tegas Dahnil.

Ketegasan ini menjadi pengingat bagi seluruh calon petugas bahwa peran yang mereka emban bukan sekadar kesempatan untuk beribadah secara cuma-cuma, melainkan tugas berat yang menuntut ketahanan fisik prima atau istitha'ah. 

Petugas haji dituntut bekerja ekstra di bawah tekanan cuaca ekstrem Arab Saudi serta melayani jamaah, terutama lansia, yang membutuhkan bantuan fisik.

Dahnil menekankan bahwa jika petugas sendiri dalam kondisi sakit, kualitas pelayanan kepada jamaah dipastikan akan merosot. 

Oleh karena itu, ia meminta 1.600 peserta yang tersisa untuk benar-benar menjaga kesehatan hingga berakhirnya masa diklat pada 30 Januari mendatang.

Menutup arahannya, Wamenhaj mengingatkan pentingnya filosofi "satu keluarga" dalam tim PPIH. Dalam prinsip ini, setiap anggota harus saling menjaga dan tidak boleh menjadi sumber bahaya bagi rekan kerja lainnya akibat kelalaian atau ketidakjujuran.

"Kita ingin semuanya tetap sehat dan bugar untuk memastikan nanti pada bulan April dan Mei kita bisa bertugas dengan baik," pungkasnya.

Langkah pemulangan ini menjadi sinyal kuat dari Kementerian Haji dan Umrah bahwa mereka tidak akan menoleransi segala bentuk manipulasi data kesehatan demi menjaga standar pelayanan haji yang optimal. (Ant/Z-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Era Baru Timnas Indonesia, Elkan Baggott Berpeluang Comeback Bersama John Herdman
• 21 jam lalufajar.co.id
thumb
Ditargetkan Ada 50 Ribu Unit Baru Honda Vario 125 di Jakarta-Tangerang
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Transaksi Investment Banking Asia Capai 933 Miliar Dolar AS pada 2025
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Candi Palgading dan Tantangan Pelestarian di Tengah Laju Permukiman Sleman
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Gelontorkan Rp2 Triliun, Astra (ASII) Bakal Kembali Gelar Buyback Saham
• 28 menit laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.