MUNCULNYA Bibit Siklon Tropis 96S di selatan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memicu cuaca buruk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca yang berlaku pada 15-17 Januari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, mengatakan bibit siklon tersebut terbentuk akibat adanya pusat tekanan rendah di wilayah selatan Indonesia yang diperkuat oleh penguatan Monsun Asia serta pusat tekanan rendah di utara Australia. Kondisi ini menyebabkan peningkatan suplai massa udara basah ke wilayah NTT, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Menurutnya,keberadaan Bibit Siklon Tropis 96S berpotensi menimbulkan belokan angin, perlambatan angin, dan pertemuan angin di wilayah NTT. Selain itu, aktifnya gelombang atmosfer low turut memperkuat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Baca juga : BMKG Pantau Bibit Siklon 96S, Bali Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem hingga Jumat
“Dampak dari sistem ini dapat berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi,” ujarnya.
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah NTT. Pada 15 Januari 2026, cuaca buruk diprakirakan melanda Manggarai Barat, Manggarai, Flores Timur, dan Pulau Sumba.
Selanjutnya pada 16 Januari 2026, potensi meluas ke Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Sikka, Alor, Belu, Timor Tengah Utara (TTU), dan Malaka.
Baca juga : BMKG Peringatkan Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Gelombang Tinggi di NTT
Sementara pada 17 Januari 2026, hujan lebat masih berpotensi terjadi hingga wilayah Kabupaten Kupang.
Selain hujan lebat, angin kencang juga diprakirakan melanda wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan (TTS), serta sebagian wilayah Pulau Sumba. Khusus pada 17 Januari 2026, angin kencang diprakirakan masih berpotensi terjadi di wilayah Sabu Raijua.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan kerusakan bangunan, terutama di daerah rawan bencana. Masyarakat pesisir juga diminta mewaspadai peningkatan kecepatan angin dan potensi gelombang tinggi.
“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini dan peringatan dini resmi dari BMKG,” kata Sti Nenot’ek. (PO)




