TRIBUN-TIMUR.COM - Terpilihnya Prof Jamaluddin Jompa, biasa disapa Prof JJ, sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) beriringan dengan pengumuman John Herdman (Coach JH) sebagai Pelatih Timnas Indonesia.
Keduanya memimpin tim yang berbeda, di arena yang berlainan, namun sesungguhnya mengejar tujuan yang sama: gol.
Gol dalam arti hasil nyata, arah yang jelas, dan kemenangan yang berkelanjutan.
Prof JJ dan Coach JH adalah dua figur di dua dunia berbeda, tetapi menghadapi persoalan yang serupa: memimpin institusi besar dengan ekspektasi publik yang tinggi, target jangka pendek yang terukur, serta warisan jangka panjang yang akan menentukan arah lembaga. Empat tahun ke depan bukan sekadar masa jabatan, melainkan periode penentuan.
Tantangan Prof JJ di periode kedua lebih kompleks, apalagi akan beririsan lagi dengan momen politik nasional. tidak ringan.
Prof JJ dibebani target menerbangkan "Ayam Jantan", Unhas, menembus lima besar nasional secara konsisten, mempertahankan supremasi Pimnas yang telah diraih tiga kali berturut-turut, prestasi yang lahir dari sistem bukan kebetulan, serta menghadirkan kepemimpinan kemahasiswaan, termasuk BEM Universitas, yang relevan dengan era kecerdasan buatan, digitalisasi, dan perubahan global.
Tim yang dipimpin Prof JJ dan Coach JH memiliki kemiripan hakiki: sama-sama berkompleksitas tinggi. Unhas adalah lokomotif keilmuan di Kawasan Timur Indonesia, sementara Timnas Indonesia berjuang di kawasan “timur” dunia sepak bola. Keduanya memiliki suporter yang khas: fanatik, kritis, dan cepat bereaksi.
Karena itu, ujian utama bukan terletak pada retorika, melainkan pada kemampuan membangun sistem, mengelola talenta, menjaga disiplin, dan memastikan kesinambungan prestasi.
Kampus dan lapangan hijau sama-sama mengajarkan satu hal: keberhasilan tidak lahir dari figur tunggal, tetapi dari kepemimpinan yang mampu menyatukan visi, kerja kolektif, dan konsistensi arah.
Sama dengan Prof JJ, Coach JH juga punya target jangka pendek, menengah, dan panjang.
Coach JH dibebani target jangka pendek segera rekonsiliasi timnas, psikologi suporter, dan reputasi PSSI. Selain itu target final Piala AFF 2026 dan 8 besar Piala Asia 2027. Target berikut memperbaiki peringkat Indonesia di FIFA, serta masuk Piala Dunia 2030.
Dari berbagai sumber, Prof JJ juga dibebani target segera rekonsiliasi sivitas akademika dan menguatkan stabilitas internal sebagai fondasi.
Target paling ditunggu dari Prof JJ adalah menghidupkan kembali representasi lembaga kemahasiswaan universitas yang modern, digital, dan deliberatif, bukan sekadar aktivisme seremonial. Seraya menjaga prestasi unggulan yang sudah ada.
Mempertahankan dominasi PIMNAS (tiga kali juara berturut-turut bukan kebetulan, tapi sistem). Menjamin iklim riset dan kreativitas mahasiswa tidak terganggu transisi kepemimpinan.Perbaikan tata kelola dan pelayanan kampus.
Hal lain yang juga perlu dibereskan Prof JJ, antara lain, birokrasi akademik, layanan digital, transparansi anggaran UKT, dan responsivitas pimpinan terhadap isu mahasiswa.


