Danantara Ungkap Alasan Bentuk BUMN Tekstil: Return Rendah tapi Ciptakan Lapangan Kerja Tinggi

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Danantara Indonesia serius mengkaji pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil.

Danantara Indonesia serius mengkaji pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

IDXChannel - Danantara Indonesia serius mengkaji pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil. Sektor ini dinilai strategis untuk memperkuat industri padat karya nasional.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, pada dasarnya setiap keputusan investasi Danantara selalu melalui uji kelayakan (feasibility study) dan penilaian (assesment) menyeluruh. Namun, Danantara tidak hanya mengejar imbal hasil (return), melainkan juga dampak investrasi tersebut terhadap kondisi sosial dan ekonomi.

Baca Juga:
Siapkan USD6 Miliar, Pemerintah Bakal Hidupkan Kembali BUMN Tekstil

"Tentunya juga kita kan ada kriteria-kriteria atau parameter-parameter yang harus kita penuhi, termasuk juga parameter yang kita masuk itu adalah lapangan pekerjaan," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Menurut Rosan, sektor tekstil memiliki karakteristik sebagai industri padat karya yang berperan penting bagi ekonomi nasional. Dia menyebut, Danantara selalu melihat peluang, termasuk pada perusahaan-perusahaan tekstil yang kinerja keuangannya tertekan untuk diperbaiki (turnaround) lewat restrukturisasi.

Baca Juga:
Danantara Bakal Resmikan Enam Proyek Hilirisasi, Nilainya Capai Rp101 Triliun

"Kita terbuka untuk menerima misalnya, investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita, apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi," katanya.

Dia menegaskan, pendekatan restrukturisasi yang disiapkan tidak hanya menyangkut permodalan, tetapi juga mencakup penjaminan pasar, penyiapan offtaker, perbaikan rantai pasok, hingga efisiensi operasional, sebagaimana pola yang telah diterapkan dalam penataan sejumlah BUMN sebelumnya.

Terkait skema kelembagaan, Rosan menyebutkan bahwa pemerintah masih membuka berbagai opsi, mulai dari pembentukan BUMN baru di sektor tekstil, penguatan entitas yang sudah ada, hingga kerja sama dengan investor strategis. Seluruh skema tersebut masih dalam tahap kajian dan belum diputuskan secara final.

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Timnas Indonesia Tak Diperkuat Pemain Eropa di ASEAN Cup 2026, Rizky Ridho Merasa Tak Masalah
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Sidang Delpedro, Penyidik Akui Hanya Pakai HP Saat Patroli Siber Demo Agustus
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Culinary Class Wars Lanjut ke Musim Ketiga, Netflix Buka Pendaftaran Tim
• 3 jam lalumerahputih.com
thumb
Video: Pemerintah Tambah Anggaran Riset Rp 4 T
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar, Bitcoin Langsung Menguat ke USD97 Ribu
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.