Banjir Lamongan Belum Surut, Status Tanggap Darurat Diperpanjang

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA – Bencana banjir yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur dilaporkan belum surut. Atas kondisi itu, pemerintah kabupaten pun mengambil langkah untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga 26 Januari 2026.

Banjir melanda enam kecamatan antara lain Kecamatan Turi, Kalitengah, Karangbinangun, Deket, Glagah, dan Lamongan Kota dengan tinggi genangan sekitar 10-59 cm. Sebanyak 2.031 rumah warga dan satu fasilitas umum yakni RSUD Soegiri juga terdampak banjir.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno menjelaskan bahwa banjir yang masih menghinggap di enam kecamatan tersebut dipicu oleh luapan yang berasal dari waduk Bengawan Jero.

Sebabnya, lanjut Satriyo, luapan air tidak bisa dibuang ke Sungai Begawan Solo lalu membuat arus air berbalik dan meluber ke permukiman warga. 

"Status tanggap darurat di Lamongan sudah diperpanjang sampai 26 Januari 2026. Pompa di Rumah Pompa Kalitengah masih dioperasikan untuk mengurangi debit air Bengawan Jero,” beber Satriyo, Kamis (15/1/2026).

Walau begitu, Satriyo memastikan kondisi genangan air di kawasan Bengawan Jero terpantau stabil. BPBD pun telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mempercepat surutnya genangan.

Baca Juga

  • KLH Ungkap 6 Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra Rusak 2,5 Ribu Hektare Lahan
  • KLH Ungkap 6 Korporasi Penyebab Banjir Sumatra, Rusak 2.500 Hektare Lahan
  • Sebanyak 250 Rumah Terendam Banjir di Lombok Tengah

Dua unit pompa di Rumah Pompa Kalitengah secara terus-menerus tetap diaktifkan untuk mengurangi genangan secara maksimal. Satriyo menyebut setiap mesin dapat bekerja menyedot sekitar 10.000 liter air tiap detik. 

"Kemudian pintu air kami buka lebar untuk membuang debit air ke saluran utama," tambahnya. 

Selain penanganan teknis, bantuan logistik berupa sembako serta kebutuhan dasar telah didistribusikan secara merata ke seluruh titik terdampak sejak status tanggap darurat ditetapkan.

Satriyo menyatakan, BPBD Jatim bersama jajaran BPBD kabupaten akan senantiasa melakukan pemantauan tinggi muka air sungai serta menyiagakan peralatan sebagai upaya antisipasi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai, karena potensi hujan masih ada meski cuaca hari ini cenderung berawan,” pungkasnya. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Seusai Diperiksa KPK, Ono Surono Ungkap Pertanyaan Soal Aliran Dana Kasus Ade Kuswara
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
30 Tahun Kutukan dan Misi Penebusan: Akankah 2026 Jadi Tahun Emas Garuda?
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tren Usaha 2026, Ini 10 Ide Bisnis yang Diprediksi Cuan
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Legislator DKI Jakarta Tolak Pilkada Melalui DPRD, Disebut Merampok Hak Rakyat
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
Ini 6 Perusahaan yang Digugat KLH Penyebab Bencana Sumatra, Bergerak di Bidang Tambang-Sawit
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.