GenPI.co - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyatakan menolak usulan Pilkada melalui DPRD, yang dilontarkan sejumlah elite politik.
Kenneth mengatakan pemilihan melalui DPRD bertentangan dengan semangat reformasi dan prinsip kedaulatan rakyat.
“Ini langkah mundur yang mencederai demokrasi, serta mengkhianati semangat reformasi 1998,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (16/1).
Dia menyampaikan Pilkada secara langsung adalah hasil perjuangan panjang rakyat, guna merebut kembali hak dalam menentukan pemimpinnya.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu menilai pemilihan langsung, tidak sekadar mekanisme elektoral. Tetapi, perwujudkan nyata prinsip kedaulatan rakyat.
Kenneth menyebut dalam demokrasi, rakyat ditempatkan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Bukan hanya untuk segelintir elite politik.
“Maka dari itu, mengembalikan Pilkada melalui DPRD sama saja merampok hak politik rakyat,” ujar politikus PDIP itu.
Dia menyatakan PDIP sejak awal konsisten memperjuangkan demokrasi yang berkeadilan, partisipatif, serta berpihak pada rakyat kecil.
Kenneth memastikan akan menolak setiap upaya yang berpotensi melemahkan demokrasi, termasuk pengurangan hak pilih rakyat.
“Kalau alasan efisiensi, stabilitas, maupun biaya dijadikan dalih, yang harus dibenahi itu tata kelola dan integritas pemilu,” ucapnya. (ant)
Lihat video seru ini:




