Jakarta (ANTARA) - Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai pelibatan perguruan tinggi dalam proyek hilirisasi nasional menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya tarik investasi strategis ke Tanah Air.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana dalam penyataan di Jakarta, Jumat menyatakan sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dinilai mampu memperkuat kepercayaan investor sekaligus memastikan proyek hilirisasi memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
Penilaian tersebut disampaikannya menyusul arahan Presiden Republik Indonesia kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi yang menekankan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam mendukung investasi strategis dan proyek hilirisasi.
Arahan itu, lanjut dia, mempertegas kebutuhan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Baca juga: Rosan ungkap berbagai proyek siap "groundbreaking" Februari 2026
Ma'ruf mengatakan bahwa penekanan Presiden terhadap dukungan perguruan tinggi pada 18 proyek strategis hilirisasi yang dikelola Danantara mencerminkan arah kebijakan yang semakin terintegrasi antara pengembangan sumber daya manusia, riset, dan investasi.
“HKI melihat arahan Presiden sebagai sinyal kuat bahwa pembangunan industri ke depan harus bertumpu pada kesiapan SDM (sumber daya manusia), riset terapan, dan inovasi. Ini sangat relevan untuk memastikan investasi strategis benar-benar memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar dia.
Menurut HKI, keterlibatan perguruan tinggi melalui penyelarasan kurikulum, penguatan riset terapan, dan penciptaan talenta yang sesuai kebutuhan industri akan meningkatkan kepastian bagi investor.
Dalam konteks ini, Danantara berperan mempercepat pembiayaan dan pelaksanaan proyek hilirisasi, sementara kawasan industri menjadi simpul eksekusi yang memastikan proyek berjalan efektif melalui ketersediaan lahan siap bangun, utilitas, dan ekosistem usaha yang terintegrasi.
Pihaknya menilai relasi antara Danantara, kawasan industri, dan perguruan tinggi bersifat saling melengkapi. Danantara memperkuat sisi pembiayaan dan portofolio proyek strategis, kawasan industri memastikan kesiapan lokasi, sedangkan perguruan tinggi menopang keberlanjutan investasi melalui riset, inovasi, dan penyediaan SDM unggul.
Ma’ruf menegaskan bahwa keberhasilan proyek-proyek strategis hilirisasi akan menciptakan dampak ekonomi yang luas.
“Ketika investasi tumbuh, ekonomi tumbuh. Lapangan kerja tercipta. Pada saat yang sama, ekosistem industri nasional akan semakin kuat dan berdaya saing,” katanya.
Dalam rangka mempercepat realisasi investasi, HKI juga siap memperkuat koordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mulai dari kesiapan kawasan industri, fasilitasi perizinan, hingga pengawalan isu-isu debottlenecking yang kerap dihadapi investor.
Baca juga: Apkasindo: Penguatan sektor hulu kunci suksesnya hilirisasi sawit
Di sisi penguatan SDM dan riset, HKI menegaskan komitmennya untuk menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan tinggi. Komitmen tersebut sebelumnya dituangkan dalam nota kesepahaman pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang berfokus pada penyelarasan kurikulum, riset terapan, dan dukungan terhadap agenda hilirisasi industri.
“HKI siap terlibat aktif dalam menindaklanjuti arahan Presiden. Kawasan industri dapat menjadi laboratorium nyata bagi riset terapan, pengembangan talenta, serta penyerapan lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan,” ujar Maruf.
HKI berharap sinergi antara pemerintah, Danantara, perguruan tinggi, dan pelaku kawasan industri dapat berjalan konsisten dan terukur, sehingga agenda hilirisasi tidak hanya menarik minat investasi jangka pendek, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan.
Presiden Prabowo Subianto memaparkan kondisi energi, hilirisasi, serta situasi ekonomi dan ketahanan nasional kepada para rektor dan guru besar perguruan tinggi negeri dan swasta dalam pertemuan dialog di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1).
"Tadi Bapak Presiden memberikan penjelasan kepada semua pimpinan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Saya kebetulan mendampingi, Bapak Presiden menjelaskan tentang kondisi negara kita, kondisi ekonomi, kedaulatan pangan, termasuk membahas tentang hilirisasi dan energi ya," ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia usai mengikuti pertemuan tersebut.
Menurut Bahlil, pertemuan itu menjadi ruang komunikasi antara Presiden dengan para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi dalam rangka menyampaikan pandangan mengenai penyelenggaraan negara dan tantangan yang dihadapi Indonesia.
Baca juga: Prabowo paparkan soal energi dan hilirisasi ke rektor dan guru besar
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana dalam penyataan di Jakarta, Jumat menyatakan sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dinilai mampu memperkuat kepercayaan investor sekaligus memastikan proyek hilirisasi memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
Penilaian tersebut disampaikannya menyusul arahan Presiden Republik Indonesia kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi yang menekankan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam mendukung investasi strategis dan proyek hilirisasi.
Arahan itu, lanjut dia, mempertegas kebutuhan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Baca juga: Rosan ungkap berbagai proyek siap "groundbreaking" Februari 2026
Ma'ruf mengatakan bahwa penekanan Presiden terhadap dukungan perguruan tinggi pada 18 proyek strategis hilirisasi yang dikelola Danantara mencerminkan arah kebijakan yang semakin terintegrasi antara pengembangan sumber daya manusia, riset, dan investasi.
“HKI melihat arahan Presiden sebagai sinyal kuat bahwa pembangunan industri ke depan harus bertumpu pada kesiapan SDM (sumber daya manusia), riset terapan, dan inovasi. Ini sangat relevan untuk memastikan investasi strategis benar-benar memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar dia.
Menurut HKI, keterlibatan perguruan tinggi melalui penyelarasan kurikulum, penguatan riset terapan, dan penciptaan talenta yang sesuai kebutuhan industri akan meningkatkan kepastian bagi investor.
Dalam konteks ini, Danantara berperan mempercepat pembiayaan dan pelaksanaan proyek hilirisasi, sementara kawasan industri menjadi simpul eksekusi yang memastikan proyek berjalan efektif melalui ketersediaan lahan siap bangun, utilitas, dan ekosistem usaha yang terintegrasi.
Pihaknya menilai relasi antara Danantara, kawasan industri, dan perguruan tinggi bersifat saling melengkapi. Danantara memperkuat sisi pembiayaan dan portofolio proyek strategis, kawasan industri memastikan kesiapan lokasi, sedangkan perguruan tinggi menopang keberlanjutan investasi melalui riset, inovasi, dan penyediaan SDM unggul.
Ma’ruf menegaskan bahwa keberhasilan proyek-proyek strategis hilirisasi akan menciptakan dampak ekonomi yang luas.
“Ketika investasi tumbuh, ekonomi tumbuh. Lapangan kerja tercipta. Pada saat yang sama, ekosistem industri nasional akan semakin kuat dan berdaya saing,” katanya.
Dalam rangka mempercepat realisasi investasi, HKI juga siap memperkuat koordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mulai dari kesiapan kawasan industri, fasilitasi perizinan, hingga pengawalan isu-isu debottlenecking yang kerap dihadapi investor.
Baca juga: Apkasindo: Penguatan sektor hulu kunci suksesnya hilirisasi sawit
Di sisi penguatan SDM dan riset, HKI menegaskan komitmennya untuk menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan tinggi. Komitmen tersebut sebelumnya dituangkan dalam nota kesepahaman pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang berfokus pada penyelarasan kurikulum, riset terapan, dan dukungan terhadap agenda hilirisasi industri.
“HKI siap terlibat aktif dalam menindaklanjuti arahan Presiden. Kawasan industri dapat menjadi laboratorium nyata bagi riset terapan, pengembangan talenta, serta penyerapan lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan,” ujar Maruf.
HKI berharap sinergi antara pemerintah, Danantara, perguruan tinggi, dan pelaku kawasan industri dapat berjalan konsisten dan terukur, sehingga agenda hilirisasi tidak hanya menarik minat investasi jangka pendek, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan.
Presiden Prabowo Subianto memaparkan kondisi energi, hilirisasi, serta situasi ekonomi dan ketahanan nasional kepada para rektor dan guru besar perguruan tinggi negeri dan swasta dalam pertemuan dialog di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1).
"Tadi Bapak Presiden memberikan penjelasan kepada semua pimpinan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Saya kebetulan mendampingi, Bapak Presiden menjelaskan tentang kondisi negara kita, kondisi ekonomi, kedaulatan pangan, termasuk membahas tentang hilirisasi dan energi ya," ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia usai mengikuti pertemuan tersebut.
Menurut Bahlil, pertemuan itu menjadi ruang komunikasi antara Presiden dengan para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi dalam rangka menyampaikan pandangan mengenai penyelenggaraan negara dan tantangan yang dihadapi Indonesia.
Baca juga: Prabowo paparkan soal energi dan hilirisasi ke rektor dan guru besar




