Senat AS Gagalkan Upaya Batasi Kewenangan Trump Gunakan Kekuatan Militer di Venezuela

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Senat Amerika Serikat pada Rabu waktu setempat memutuskan untuk menggagalkan resolusi bipartisan yang bertujuan membatasi kewenangan Donald Trump Presiden dalam menggunakan kekuatan militernya di Venezuela. Pemungutan suara berakhir tipis 51-50 setelah JD Vance Wakil Presiden AS memberikan suara penentu.

Melansir Xinhua, Jumat (16/1/2026), resolusi tersebut sejatinya mewajibkan presiden untuk mendapatkan persetujuan Kongres sebelum melakukan tindakan militer lanjutan di negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu.

Namun, langkah itu kandas setelah dua senator Partai Republik, Josh Hawley dan Todd Young, mengubah sikap mereka di bawah tekanan kuat dari Gedung Putih.

Setelah Hawley dan Young menarik dukungan mereka, posisi Senat menjadi imbang 50-50. Dalam situasi tersebut, JD Vance menggunakan haknya sebagai Wakil Presiden untuk memberikan suara penentu melalui mosi prosedural, sehingga resolusi tersebut tidak dapat dilanjutkan.

Todd Young mengungkapkan bahwa keputusannya berubah setelah menerima jaminan langsung dari pemerintahan Trump. Ia mengaku telah melakukan pembicaraan intensif dengan Marco Rubio Menteri Luar Negeri AS.

“Saya menerima jaminan pribadi yang cukup luas dari pemerintahan,” kata Young kepada CNN.

Ia menambahkan, Gedung Putih berkomitmen akan datang ke Kongres untuk meminta persetujuan sebelum melakukan “operasi militer besar apa pun di Venezuela.” Selain itu, Marco Rubio juga dijadwalkan akan memberikan kesaksian di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat dalam waktu dekat.

Senator Josh Hawley juga menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan Rubio meyakinkannya bahwa AS tidak akan mengirimkan pasukan darat ke Venezuela. Jika kebijakan itu berubah, pemerintah akan terlebih dahulu meminta persetujuan Kongres.

Resolusi tersebut muncul menyusul operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Nicolas Maduro Presiden. Sebelumnya, Senat AS bahkan telah meloloskan langkah awal resolusi ini dengan perolehan suara 52 banding 47.

Namun, Trump Presiden secara terbuka mengecam lima senator Partai Republik yang sebelumnya mendukung resolusi bersama seluruh senator Demokrat. Trump mengatakan para senator tersebut “tidak seharusnya pernah terpilih kembali.”

Menurut laporan The Hill, Trump juga secara langsung menelepon kelima senator tersebut untuk meluapkan kekecewaannya atas sikap mereka.

Kegagalan resolusi ini menegaskan kuatnya pengaruh Gedung Putih terhadap Partai Republik di Kongres, sekaligus memperkuat posisi Trump Presiden dalam menentukan arah kebijakan militer AS, khususnya terkait Venezuela. (bil/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ingin 80 Persen Alokasi LPDP untuk Bidang STEM
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Curi Perhiasan Rp1 Miliar, Komplotan Spesialis Bobol Tembok Ditangkap Polres Magetan
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sakit, Tersangka Perambah Hutan di Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Kasus Suap Proyek Bekasi, KPK Dalami Dugaan Aliran Uang ke Ono Surono
• 17 jam lalumerahputih.com
thumb
Jalani Sidang Lanjutan, Kamar Tahanan Ammar Zoni Diduga Jadi Gudang Penyimpanan Narkoba
• 20 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.