TRIBUN-TIMUR.COM – Dinamika menarik mewarnai persiapan pelantikan pengurus pusat Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM) periode 2025-2030. Berbeda dengan periode-periode sebelumnya, kali ini panitia dan tim formatur menerima banyak "protes" dari para alumni yang merasa tidak terakomodasi dalam daftar susunan pengurus harian.
Hal ini dipicu oleh keputusan berani IAPIM yang menerapkan paradigma baru: “Miskin Struktur, Kaya Fungsi.” Kepengurusan periode ini sengaja didesain sangat ramping untuk menjaga kelincahan organisasi dalam merespons isu publik.
Koordinator Presidium IAPIM, Armin Mustamin Toputiri, menanggapi santai banyaknya aspirasi dan protes dari rekan-rekan alumni tersebut. Menurutnya, hal itu adalah sinyal positif bahwa keinginan alumni untuk berpartisipasi sangatlah tinggi.
"Kami memohon maaf jika banyak rekan yang merasa tidak masuk dalam daftar pengurus pusat. Ini adalah konsekuensi dari paradigma baru kita yang 'miskin struktur'. Namun perlu dipahami, pengurus harian ini hanyalah dirigen birokrasi organisasi," jelas Armin, jelang pelantikan Pengurus Pusat IAPIM, Jumat malam, 16 Januari 2026.
Pengurus Pusat IAPIM dilantik Jumat malam ini di Balai Prajurit Jenderal M Jusuf, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.
Lebih lanjut, Armin menjelaskan bahwa energi besar para alumni yang belum masuk dalam struktur pengurus harian justru akan diarahkan untuk mengisi lembaga-lembaga khusus yang segera dibentuk setelah pelantikan. Lembaga-lembaga inilah yang nantinya akan menjalankan program kerja teknis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Justru di lembaga-lembaga inilah 'mesin' utama IAPIM berada. Di sana tempatnya para eksekutor sesuai bidang keahliannya masing-masing. Jadi, perjuangan kita bukan di SK kepengurusan harian, tapi di lembaga-lembaga pengabdian yang akan menyentuh langsung kepentingan umat dan masyarakat," kata Armin.
Beberapa lembaga yang akan menjadi ujung tombak antara lain lembaga pemberdayaan ekonomi, lembaga kajian hukum dan yudikatif, serta lembaga pengembangan riset dan akademisi. Dengan model ini, IAPIM ingin memastikan bahwa setiap alumni memiliki ruang pengabdian tanpa harus terjebak dalam birokrasi pengurus pusat yang gemuk dan kaku.
"Kami tidak ingin organisasi ini hanya besar di atas kertas tapi lambat bergerak. Dengan struktur ramping namun kaya fungsi, kami memastikan bahwa IAPIM 2025-2030 adalah organisasi yang berorientasi pada kerja nyata, bukan sekadar simbol jabatan," tegas Armin.
Pelantikan Pengurus Pusat IAPIM pada Jumat malam ini diprediksi akan menjadi salah satu pelantikan paling bersejarah bagi IAPIM, mengingat besarnya gelombang dukungan dan keinginan alumni untuk terlibat dalam pembangunan bangsa melalui wadah alumni Pesantren IMMIM.(*)



