Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Aceh Tamiang
Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI melalui Sub Klaster Kesehatan Lingkungan melakukan pengendalian faktor risiko kesehatan lingkungan di kawasan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pengendalian vektor penyakit, terutama nyamuk Aedes aegypti yang berpotensi menularkan demam berdarah dengue (DBD). Langkah ini dilakukan sebelum huntara mulai ditempati, guna memastikan lingkungan tempat tinggal warga berada dalam kondisi aman dan layak huni.
Relawan TCK Batch II dari Sub Klaster Kesehatan Lingkungan, Trisno Subarkah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko kesehatan pascabencana.
“Pengendalian faktor risiko kesehatan lingkungan, termasuk pengendalian vektor, kami lakukan sebelum hunian sementara dihuni. Tujuannya agar masyarakat dapat tinggal dengan aman dan nyaman, tanpa gangguan nyamuk, khususnya Aedes aegypti,”kata Trisno dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 Januari 2026.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 12 tenaga sanitasi lingkungan profesional diterjunkan untuk melakukan berbagai intervensi. Selain fogging menggunakan insektisida sesuai standar, tim juga melakukan pemantauan kualitas air bersih, kondisi jamban, pengelolaan sampah permukiman dan dapur umum, serta pengelolaan limbah medis dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di fasilitas kesehatan yang terdampak bencana.
Trisno menegaskan, aspek kesehatan lingkungan menjadi salah satu kunci dalam pelayanan kesehatan pascabencana untuk mencegah munculnya penyakit dan potensi kejadian luar biasa (KLB).
“Dengan intervensi ini, kami berharap hunian sementara benar-benar menjadi tempat tinggal yang sehat, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga selama masa pemulihan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews




