Harga Emas dan Perak Akhirnya Merosot Usai Cetak Rekor

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: emas

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak akhirnya melandai usai mencetak rekor-rekor baru tertinggi sepanjang masa. Harga emas dan perak mulai turun usai data pekerjaan Amerika Serikat (AS) mendongkrak dolar, hingga Trump melunakkan nada bicaranya terhadap Iran.

Pada perdagangan hari ini Jumat (16/1/2026) hingga pukul 08.00 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,31% di posisi US$4.600,13 per troy ons.

Sementara pada perdagangan sebelumnya Kamis (15/1/2026), harga emas dunia turun 0,13% di level US$4.614,62 per troy ons.

Baca: Emas, Perak, Tembaga & Timah Kompak Cetak Rekor Harga Tertinggi Baru

Harga emas turun pada perdagangan Kamis karena data klaim pengangguran mingguan AS yang lebih lemah dari perkiraan mendongkrak dolar, sementara nada bicara Presiden AS Donald Trump yang lebih moderat terhadap Iran semakin menekan permintaan emas sebagai aset safe-haven.

Data menunjukkan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran AS secara tak terduga turun minggu lalu, mendorong indeks dolar .DXY ke level tertinggi sejak 2 Desember dan membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Baca: Tren 'Nasionalisme Komoditas' Bisa Bikin Emas US$5.000 & Perak US$100

"Data terbaru agak menahan ekspektasi terhadap The Fed mungkin untuk paruh pertama tahun ini, sehingga indeks dolar berada pada level tertinggi dalam beberapa minggu dan itu memberikan sedikit hambatan bagi emas saat ini," ujar Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.

Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa ia tidak berencana untuk memecat Jerome Powell meskipun ada penyelidikan kriminal Departemen Kehakiman terhadap ketua Federal Reserve, tetapi "terlalu dini" untuk mengatakan apa yang akan ia lakukan pada akhirnya.

The Fed secara umum diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari, meskipun Trump menyerukan pemotongan suku bunga. Namun, pasar mengantisipasi setidaknya dua pengurangan suku bunga 25 basis poin di akhir tahun.

Baca: Dolar AS Tembus Rp16.880, Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI

Trump juga mengatakan bahwa ia telah diberitahu bahwa pembunuhan dalam penindakan Iran terhadap protes tampaknya mereda dan tidak melihat rencana segera untuk eksekusi skala besar, menandakan pendekatan tunggu dan lihat setelah ancaman intervensi sebelumnya.

Grant mengatakan meredanya ketegangan geopolitik sedikit menekan harga, tetapi memandang pergerakan emas sebagai koreksi dan memperkirakan para pedagang akan memperlakukan penurunan harga sebagai peluang pembelian.

Emas sebagai aset safe-haven cenderung berkinerja baik selama masa ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta dalam lingkungan suku bunga rendah.

Sementara itu, Bank sentral Polandia memiliki 550 ton emas pada akhir tahun 2025 dan ingin meningkatkan cadangannya menjadi 700 ton, kata gubernurnya, Adam Glapinski, pada hari Kamis.


(saw/saw)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Short Getaway Jadi Favorit Wisatawan pada Libur Panjang Akhir Tahun 2025
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Persib di Puncak Klasemen, Bojan Hodak Justru Blakblakan Soal Masalah Tim
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Mulai Dibahas DPR, Analis Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Sandera Lawan Politik
• 5 jam lalusuara.com
thumb
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI, Bos BKPM Ungkap Hal Tak Terduga
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Viral Video Bus Trans Jatim Dilempar Batu di Gresik, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.