jpnn.com - Presiden Prabowo Subianto menginginkan jumlah mahasiswa penerima beasiswa diperbanyak lagi.
Prabowo pun memerintahkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk membuat formulasi baru yang dapat menambah jumlah penerima beasiswa.
BACA JUGA: Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026
Masalah biaya kuliah dan beasiswa itu menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor dari perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta se-Indonesia di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Menurut Mensesneg Prasetyo Hadi, dalam pertemuan itu Presiden Prabowo menerima laporan bahwa jumlah mahasiswa sekarang sekitar 9,9 juta, termasuk berapa banyak yang sudah mendapatkan beasiswa dalam berbagai bentuk.
BACA JUGA: Ono Surono Terseret Kasus Korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara, Konon Kebagian Juga
"Salah satunya, misalnya KIP yang baru 1,1 juta penerima," kata Prasetyo saat jumpa pers selepas pertemuan Presiden Prabowo dengan para guru besar di Istana, Jakarta, Kamis sore.
Ketika itu, Presiden Prabowo memberikan arahan kepada Mendiktisaintek dan Mensesneg untuk menghitung ulang dan memperbanyak penerima beasiswa.
BACA JUGA: Pemeriksaan Rafiq Al Amri Menunggu Izin Presiden, Prof. Zainal Abidin Apresiasi Polri
Presiden kemudian memberikan arahan alokasi untuk penerima beasiswa LPDP juga diprioritaskan untuk mereka yang mengambil studi bidang sains, teknologi, rekayasa (engineering), dan matematika (STEM).
"Beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi, Beliau (Presiden, red.) sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen, karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," tutur Prasetyo.
Di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis, Presiden Prabowo beraudiensi dengan 1.200 guru besar bidang sosial dan humaniora (soshum), dekan-dekan, rektor serta pimpinan perguruan tinggi.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menyampaikan taklimatnya untuk para pimpinan perguruan tinggi, kemudian juga mengumumkan penambahan besaran pagu dana riset hingga Rp 4 triliun atau 50 persen dari angka semula Rp 8 triliun, sehingga total pagu pada tahun 2026 mencapai Rp 12 triliun.
Terkait tambahan dana riset itu, Prasetyo menyatakan kebijakan tersebut berlaku pada tahun 2026.
"Tahun ini (berlaku, red). Jadi, diminta untuk, ya, masuk di tahun anggaran 2026," ujar Prasetyo.(ant/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


