Harga Emas Melemah di Tengah Nada Lunak Trump soal Iran

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia melemah pada Kamis (15/1/2026) setelah data klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan menguatkan dolar.

Harga Emas Melemah di Tengah Nada Lunak Trump soal Iran. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada Kamis (15/1/2026) setelah data klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan menguatkan dolar.

Sikap Presiden AS Donald Trump yang lebih moderat terhadap Iran turut mengurangi minat terhadap aset lindung nilai tersebut.

Baca Juga:
Bursa Sepekan Cetak Rekor: IHSG All Time High di 9.075, Market Cap Tembus Rp16.512 Triliun

Emas spot turun 0,23 persen ke level USD4.616,04 per troy ons. Sebelumnya, logam mulia itu sempat mencetak rekor tertinggi di USD4.642,72 pada Rabu (14/1).

Data menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran di Amerika Serikat secara tak terduga turun pada pekan lalu.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat dengan S&P 500 Rebound Ditopang Reli Saham-saham Chip

Kondisi tersebut mendorong indeks dolar ke level tertinggi sejak 2 Desember, sehingga membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

“Data terbaru ini membuat ekspektasi terhadap kebijakan The Fed cenderung tertahan, setidaknya untuk paruh pertama tahun ini. Akibatnya, indeks dolar berada di level tertinggi dalam beberapa pekan dan itu menjadi tekanan bagi emas saat ini,” kata Wakil Presiden sekaligus Kepala Strategi Logam Mulia di Zaner Metals Peter Grant, dikutip Reuters.

Baca Juga:
BCA Optimalkan Layanan Digital dan Tutup Kantor Cabang di Libur Isra Mikraj

Trump pada Rabu mengatakan tidak memiliki rencana untuk memecat Ketua The Fed Jerome Powell, meskipun Departemen Kehakiman sedang melakukan penyelidikan kriminal terkait pimpinan bank sentral tersebut.

Namun, Trump menegaskan masih terlalu dini untuk memastikan langkah apa yang pada akhirnya akan diambil.

The Fed secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari, meski Trump berulang kali menyerukan pemangkasan.

Pasar, di sisi lain, memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada tahun ini.

Trump juga menyebut telah menerima laporan bahwa pembunuhan dalam penindakan protes di Iran tampak mereda dan tidak melihat adanya rencana segera untuk eksekusi besar-besaran.

Pernyataan ini mengindikasikan pendekatan ‘tunggu dan lihat’, setelah sebelumnya ia sempat melontarkan ancaman intervensi.

Grant menilai meredanya ketegangan geopolitik sedikit menekan harga emas. Namun, ia melihat pergerakan harga kali ini bersifat koreksi dan memperkirakan pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebagai peluang beli.

Emas sebagai aset lindung nilai umumnya berkinerja baik di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta dalam lingkungan suku bunga rendah.

Di sisi lain, Bank Sentral Polandia tercatat memiliki 550 ton emas pada akhir 2025 dan berencana meningkatkan cadangan menjadi 700 ton, ujar Gubernur Adam Glapinski pada Kamis.

Harga perak spot turun 0,3 persen ke USD92,50 per troy ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di USD93,57. Platinum spot melemah 0,8 persen ke USD2.404,18 per ons, sementara palladium relatif stabil di USD1.826,32 per ons. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Catatan Mengerikan Persib Bandung! Bojan Hodak: Perrahanan Kami yang Terbaik di Super League
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Menhut Cabut 22 Izin PBPH, PP HIMMAH: Langkah Menyelamatkan Hutan
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Transisi Kelembagaan Kemenhaj Capai 90 Persen, Layanan Haji Dipastikan Tanpa Jeda
• 4 jam lalumatamata.com
thumb
Bus Mercedes-Benz Rakitan Indonesia Diekspor ke Thailand
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Susah Payah Kalahkan Wakil Denmark, Putri KW Berhasil Amankan Satu Tempat di Perempat Final India Open 2026
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.