Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah riset internasional membuktikan bahwa status ekonomi seseorang bisa terbaca dari wajahnya. Banyak orang mampu menebak apakah seseorang tergolong kaya atau miskin hanya dengan melihat ekspresi wajah, bahkan tanpa sadar alasan di balik tebakan tersebut.
Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan Universitas Toronto. Para peneliti menggunakan 160 foto hitam putih dengan ekspresi netral tanpa aksesori, terdiri dari 80 pria dan 80 wanita. Setengah dari foto tersebut berasal dari kalangan kaya, sementara sisanya dari kelas pekerja.
Foto-foto itu kemudian diperlihatkan kepada partisipan lain yang diminta menebak latar belakang sosial subjek. Hasilnya cukup mengejutkan yakni 68% responden menjawab dengan benar, meski mayoritas tidak tahu mengapa mereka bisa menebaknya.
"Ketika ditanya bagaimana mereka bisa tahu, mereka sendiri tidak menyadarinya. Mereka tidak bisa menjelaskan kenapa tebakan mereka tepat," ujar R-Thora Bjorsdottir, peneliti dalam studi tersebut, dikutip dari CNBC Make It, Jumat (16/1/2026).
Untuk mencari tahu petunjuk apa yang digunakan responden, peneliti memperbesar fitur wajah satu per satu. Hasilnya, mata dan mulut menjadi bagian yang paling menentukan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology, individu dari kelompok kaya cenderung menampilkan ekspresi yang lebih bahagia, tenang, dan tidak cemas. Sebaliknya, individu dari kelompok ekonomi rendah lebih sering terlihat tegang dan tertekan.
"Perbedaan kekayaan dan kelas sosial selama ini sudah banyak diteliti. Namun, studi ini menunjukkan bahwa perbedaan tersebut ternyata bisa tercermin langsung dari wajah seseorang," tulis peneliti dalam laporan mereka.
Walau begitu, temuan ini juga menyimpan risiko sosial. Peneliti lain dalam tim, Nicholas O. Rule, memperingatkan, kebiasaan menilai kelas sosial dari wajah bisa berdampak serius.
"Persepsi berbasis wajah tentang kelas sosial berpotensi memperkuat siklus kemiskinan. Jika seseorang diperlakukan berbeda hanya karena dianggap 'tidak kaya', peluang hidupnya bisa ikut terpengaruh," ujarnya.
Artinya, meskipun wajah bisa mencerminkan kondisi ekonomi seseorang, cara masyarakat merespons persepsi tersebut justru bisa memperdalam ketimpangan sosial itu sendiri.
(haa/haa)



