Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, menyerukan agar peringatan Isra Mikraj 1447 H menjadi momentum "pertobatan ekologis" bagi umat Islam. Dia menegaskan bahwa kesalehan ritual seperti salat tidak boleh dipisahkan dari kesalehan sosial dan kepedulian terhadap kelestarian alam semesta.
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/1/2026) malam. Mengusung tema "Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mikraj", dia mengajak semua elemen masyarakat berhenti merusak alam semesta.
Advertisement
"Menjadi khalifah berarti menjaga amanah, bukan menguasai bumi secara serakah. Karena itu, Isra Mikraj layak menjadi momentum pertobatan ekologis. Berhenti merusak, mulai merawat, dan menghadirkan rahmat bagi alam semesta," tegas Nasaruddin dikutip dari siaran pers pada Jumat (16/1/2026).


