Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka turut menyoroti kasus child grooming buku "Broken Strings" yang ditulis aktris Aurelie Moeremans.
Kasus child grooming itu menjadi salah satu pembahasan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI dengan Komisi Nasional Hak Asasi MAnusia (Komnas HAM) serta Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Kamis (15/1/2026).
Rieke secara lugas menyebutkan bahwa saat ini isu child grooming tengah jadi pembicaraan usai buku yang ditulis oleh Aurelie Moeremans viral.
Buku tersebut adalah memoir dari kehidupan Aurelie di masa remaja, khususnya ketika ia mengawali kariernya sebagai aktris.
Diceritakan, di dalam buku itu Aurelie mengalami child grooming sekaligus kekerasan seksual oleh seorang pria bernama Bobby.
Bahkan, pada usia 18 tahun, Aurelie sempat menikah dengan Bobby. Pernikahan mereka pun tidak berlangsung lama dan berakhir karena KDRT.
Meskipun begitu, kini disebutkan bahwa pernikahan itu tidak sah sehingga menurut Aurelie, keduanya tidak pernah menikah.
Diceritakan di dalam buku itu, Aurelie remaja dimanipulasi sedemikian rupa oleh pria dewasa bernama Bobby.
Terkait hal itu, Rieke mengatakan, selama ini isu child grooming adalah hal yang tabu di Indonesia.
Namun, Rieke menilai hal ini sangat berbahaya karena bisa berdampak kepada siapa pun.
Bahkan, selama ini negara terkesan diam dengan adanya isu-isu child grooming ini
"Ketika negara diam, ketika kita yang ada di dalam posisi harusnya bersuara, kita diam," kata Rieke.
Ia juga menyinggung Komnas HAM dan Komnas Perempuan yang belum bersuara terkait kasus ini.
Dirinya menegaskan, kasus ini bukan hal sepele dan isu child grooming secara umum sudah menjadi perhatian internasional.
Berbicara di RDP tersebut, Rieke tampak emosional mengungkapkan pemikiran-pemikirannya.
"Saya agak emosional ya, ini bisa terjadi lho pada anak-anak kita," ujarnya.
Menurutnya, kasus ini sebenarnya banyak terjadi di Indonesia. Dirinya sangat mengapresiasi karena Aurelie sebagai figur publik berani berbicara.
Lebih lanjut, Rieke menilai kasus ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada penindakan lebih lanjut supaya anak-anak Indonesia terlindungi.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/4004753/original/058544100_1650779069-20220424-Stok-Pangan-Jelang-Idul-Fitri-TALLO-3.jpg)