Isra Mikraj 1447 H, Menag Soroti Nilai Salat-Ajak Jaga Lingkungan

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam memaknai peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah sebagai momentum menumbuhkan kepedulian sosial dan kesadaran menjaga lingkungan hidup.

Menurut Nasaruddin, nilai salat yang diperintahkan dalam peristiwa Mikraj tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga membentuk tanggung jawab sosial dan ekologis.

“Salat yang dilaksanakan dengan penghayatan dan pemahaman yang benar akan melahirkan pribadi yang berkesadaran tinggi, memiliki kepekaan sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya, Jumat (16/1).

Nasaruddin menjelaskan, dalam peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah SAW menerima perintah salat lima waktu yang menjadi fondasi pembentukan kepribadian Muslim. Salat, kata dia, tidak semata ritual ibadah, melainkan sarana membangun disiplin, akhlak, serta kesalehan yang berdampak pada kehidupan bermasyarakat.

“Salat yang dilakukan secara benar mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar, sekaligus menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial dan ekologis,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin menyoroti prinsip thaharah atau kesucian sebagai syarat sah salat. Prinsip tersebut, menurutnya, mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian, tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga terhadap lingkungan sekitar.

Sementara gerakan dan tata tertib salat mengandung pesan kedisiplinan, moderasi, serta pengendalian diri dalam memanfaatkan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan.

Nasaruddin juga menegaskan esensi Isra Mikraj mencerminkan Islam sebagai fondasi etika ekologis. Konsep tauhid, lanjutnya, mengandung makna kesatuan ciptaan, bahwa alam semesta merupakan bagian dari ayat-ayat kauniyah yang merefleksikan kebesaran Allah SWT.

“Merusak alam berarti mengabaikan tanda-tanda kekuasaan Allah, sementara menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari manifestasi keimanan dan ketaatan kepada-Nya,” ujarnya.

Melalui peringatan Isra Mikraj 1447 H, Nasaruddin mengajak umat menjadikannya sebagai sarana refleksi untuk meneguhkan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Ia menilai krisis lingkungan yang dihadapi saat ini menuntut hadirnya kesalehan yang utuh, tidak hanya tercermin dalam ketaatan beribadah, tetapi juga dalam sikap menjaga keseimbangan alam.

“Kesalehan sejati bukan hanya yang menghubungkan kita ke langit, tetapi juga yang menjaga bumi tempat kita berpijak,” tutur Nasaruddin.

“Semoga peringatan Isra Mikraj ini menjadi titik balik bagi kita semua di dalam menguatkan kesalehan spiritual, kesalehan sosial yang menjunjung tinggi keadilan dan kemaslahatan, serta kesalehan ekologi yang diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap kelestarian alam,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
10 Ahli-Saksi Meringankan Roy Suryo Cs Dipanggil Polisi 20 Januari, Ada Rocky Gerung
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Penipuan Seleksi Taruna Akpol Terungkap, Begini Kronologinya
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Isra Mikraj 1447 Hijriah, Warga Jakarta Diajak Kian Berpihak pada Lingkungan Hidup
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal Lengkap Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Bakal Menjamu Kamboja dan Vietnam
• 23 jam lalubola.com
thumb
Eks Bintang Vietnam Tantang Timnas Indonesia Bawa Skuad Terkuat ke ASEAN Cup 2026
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.