Netanyahu Desak Trump Tunda Serangan Militer Terhadap Iran

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Benjamin Netanyahu dan Donald Trump. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan militer apa pun terhadap Iran. Demikian penuturan seorang pejabat AS sebagaimana dilaporkan Al Arabiya, Jumat (16/1/2026).

Baca: Rudal Iran: dari Jarak Dekat sampai Menengah, Ini Daftar Lengkapnya



Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan kepada AFP, Kamis (15/1/2026) waktu setempat, bahwa Saudi, Qatar, dan Oman memimpin upaya untuk membujuk Trump agar tidak menyerang Iran, karena khawatir akan "dampak buruk yang serius di kawasan itu."

Kritik dengan cepat dilayangkan kepada sekutu AS di kawasan Teluk karena mendorong de-eskalasi di wilayah mereka sendiri. Senator Lindsey Graham, seorang anggota parlemen neokonservatif AS yang telah lama menjadi pendukung perubahan rezim dan perang, bahkan sampai menyarankan akan ada "pemikiran ulang yang dramatis" di pihaknya mengenai sifat aliansi AS dengan "sekutu Arab kita yang disebut-sebut."

Namun, seorang pejabat senior AS mengatakan kepada New York Times bahwa Netanyahu meminta Trump menunda rencana serangan tersebut. Pejabat AS lainnya kemudian mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Trump disarankan untuk tidak melakukan serangan skala besar karena kemungkinan besar tidak akan menjatuhkan rezim Iran dan dapat menyebabkan konflik yang lebih luas.

Selain itu, AS membutuhkan lebih banyak aset militer di kawasan tersebut untuk dapat menangkis potensi respons dari Iran, termasuk terhadap pasukan AS di Timur Tengah dan Israel sendiri. Militer AS, yang saat ini tidak memiliki kapal induk di kawasan tersebut, sedang mengerahkan satu kapal induk dari Laut Cina Selatan.

Awal pekan ini, AS menarik sebagian personelnya dari pangkalan udara Amerika terbesar di Timur Tengah, Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar. Departemen Luar Negeri juga telah memperingatkan warga untuk membatasi perjalanan yang tidak penting ke beberapa bagian kawasan tersebut.

Meskipun Trump sejauh ini belum memutuskan untuk menyerang, para pejabat terus menekankan bahwa semua opsi tetap terbuka. Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan presiden telah "memperjelas bahwa semua opsi terbuka untuk menghentikan pembantaian" di Iran.



(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Iran Tuduh AS & Israel Tunggangi Demo Berdarah di 92 Kota

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Diberi Medali Nobel Perdamaian oleh Pemimpin Oposisi Venezuela
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
DPR Godok UU Perampasan Aset, Pakar: Sikap Subtansi Fraksi dan Anggota Dewan Dicatat Rakyat
• 4 jam lalurealita.co
thumb
Ahok-Ignasius Jonan Jadi Saksi di Sidang Kasus Anak Riza Chalid Pekan Depan
• 2 jam laludetik.com
thumb
Malam Isra Mikraj Nabi Muhammad: 11 Golongan Manusia dan 8 Nabi Ditemui
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia ke International Challenge Cup 2026, KBRI Tokyo Beri Dukungan
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.