Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera mendapat dukungan tambahan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Melalui program Panen Raya Serentak, seluruh pendapatan dari komoditas pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan di lapas dan bapas se-Indonesia resmi dialihkan untuk membantu penyediaan air bersih bagi warga terdampak.
Menteri Imipas, Agus Andrianto, menyebut langkah ini merupakan bentuk kesigapan jajarannya dalam menutup celah kebutuhan dasar warga yang masih belum terpenuhi. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menugaskan TNI–Polri menangani persoalan air bersih, namun Kemenimipas diminta memastikan tidak ada wilayah yang terlewat.
“Presiden sudah menginstruksikan TNI–Polri untuk membuat dan mendistribusikan air bersih. Kita dari Kemenimipas bergerak melengkapi. Para kakanwil dan pimpinan UPT saya minta turun langsung memeriksa daerah yang mungkin belum tersentuh,” jelas Agus dalam keterangan yang dikutip, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, air bersih harus menjadi prioritas utama karena berhubungan langsung dengan kelangsungan hidup para penyintas. Ia berharap solidaritas melalui hasil panen ini bukan hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi awal yang positif bagi seluruh pegawai di tahun 2026.
“Semoga bantuan ini memberi manfaat bagi saudara-saudara kita yang kesulitan air. Dan semoga juga membawa penyegaran bagi kita semua di awal tahun,” ujar Agus.
Menteri Agus turut mengingatkan bahwa penanganan bencana bukan tugas satu lembaga saja. Ia menegaskan setiap pejabat daerah hingga aparat keamanan adalah bagian dari struktur pemerintahan yang harus bergerak serempak.
“Semua unsur pemerintahan itu perpanjangan tangan Bapak Presiden. Tidak ada masalah besar yang bisa ditangani sendiri. Kita harus saling menguatkan dan bekerja bersama,” tegasnya.
Editor: Redaksi TVRINews


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F16%2F4c123c3835d4e4801067c7037769e97d-IMG_3119.jpeg)


