Sebanyak 65,12 persen atau 682 pembaca memilih lebih suka ngulek bumbu masak. Data ini berdasarkan dari polling kumparan yang diadakan pada 31 Desember 2025 hingga 14 Januari 2026.
Pembaca yang berpartisipasi dalam polling ini berjumlah 1.058 orang. Sedangkan 34,88 persen atau 369 pembaca lebih memilih untuk mem-blender bumbu masak.
Mem-blender bumbu masak memang lebih hemat waktu dan tenaga, tapi cara tradisional mengolah bumbu dengan mengulek masih belum ditinggalkan di zaman yang serba praktis ini.
Bukan tanpa alasan, Minangkabau Chef, Dian Anugrah menyarankan lebih baik mengolah bumbu dengan cara diulek daripada di-blender.
"Mem-blender sesuatu dan merasakan di sini (mesinnya), apa yang terjadi? Panas. Jadi ketika menggiling di sini (ulekan batu), panas sangat jarang terjadi. Bahkan ketika kita sentuh pun di bagian dasar (ulekan) menggiling agak banyak pun, dia jarang yang panas, karena sifat dari batu itu meredam," terangnya.
Ulekan batu tidak akan mengoksidasi bahan bumbu, sehingga rasa dan kualitasnya tetap terjaga, ditambah teksturnya masih bisa dirasa saat dimakan. Sedangkan mesin blender dapat menyebabkan oksidasi terhadap bumbu akibat dari panas mesin yang membuat rasanya kurang keluar, apalagi tekstur bumbu yang dihasilkan akan terlalu halus.
Namun, sebenarnya tidak ada yang salah dari kedua cara memasak tersebut. Hanya tinggal kembali kepada kenyamanan dan selera masak masing-masing.
Reporter: Safina Azzahra Rona Imani
