BEKASI, KOMPAS.com — Tumpukan sampah liar yang mengular di badan Jalan Kaliabang Ceger, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, tak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kondisi jalan yang licin akibat sampah membusuk dan belatung dilaporkan sempat menyebabkan pengendara tergelincir.
Petugas kebersihan sekaligus warga sekitar, Nean (45), mengatakan sejumlah insiden kecelakaan ringan pernah terjadi di lokasi tersebut akibat jalan yang licin tertutup sampah.
Baca juga: TPA Overload, Sampah Liar di Jalan Kaliabang Ceger Bekasi Muncul Lagi
“Pernah ada yang tabrakan di samping mobil. Mungkin dia mau nyalip, terus karena licin jadi jatuh. Pernah juga ada sampah ditabrak. Enggak sering sih, tapi pernah terjadi,” ujar Nean saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat (16/1/2026).
Menurut Nean, tumpukan sampah yang memenuhi badan jalan selama hampir lima pekan juga kerap memicu kemacetan, terutama saat arus kendaraan meningkat.
“Wah, emang sering macet sebelumnya. Sudah gitu belatungnya banyak banget. Saya aja sampai capek nyapunya,” kata dia.
Warga luar ikut buang sampahNean menyebut, sampah terus menumpuk karena banyak warga dari luar wilayah yang membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut. Upaya menegur para pembuang sampah kerap berujung pada adu mulut.
“Sering sih negur. Tapi kalau ditegur malah marah dan galakan mereka. Padahal sudah ada spanduk larangan juga, tapi enggak ada yang peduli,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lokasi tersebut awalnya disiapkan oleh pengurus RW 07 sebagai tempat penampungan sementara sampah warga sekitar sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir.
“Sebenarnya ini tempat penampungan sementara. Tapi lama-lama orang luar ikut buang, jadi dianggap tempat sampah umum,” kata Nean.
Baca juga: Minta Bak Sampah di Pasar Cimanggis, Warga: Biar Bisa Langsung Diangkut
Menurut dia, lahan tersebut telah digunakan sebagai titik penampungan sampah sejak lebih dari satu dekade lalu.
“Lebih dari sepuluh tahun lahannya dipakai. Dulu mobil sampah juga buangnya di sini,” ujarnya.
Sampah mulai diangkut, bau masih terciumMeski demikian, tumpukan sampah yang sempat mengular kini mulai berkurang setelah dilakukan pengangkutan dan pembersihan sejak Selasa (13/1/2026).
“Dari kemarin sudah diangkut. Ada sekitar tiga harian, diangkut pakai empat mobil. Tapi sekarang sudah ada lagi tuh sampahnya,” kata Nean.
Sebelumnya, kondisi tumpukan sampah di Jalan Kaliabang Ceger viral di media sosial melalui unggahan akun Instagram @bekasi.terkini. Dalam video yang beredar, terlihat sampah rumah tangga menumpuk hingga menyisakan ruang sempit bagi kendaraan yang melintas.




