Senior Jokowi di UGM Buat Pengakuan Terkait Jasa Percetakan Lembar Pengesahan dan Sampul Skripsi

fajar.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Senat Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), San Afri Awang turut menyesalkan informasi sesat yang disampaikan oleh Rismon Sianipar dan kawan-kawan terkait tuduhan ijazah dan skripsi palsu Joko Widodo (Jokowi).

Senior Jokowi di UGM ini mengaku punya pengalaman sendiri soal penggunaan font time new roman di sampul skripsi. Masih terekam jelas di ingatannya sewaktu ia membuat sampul skripsi. Ia mengenang kala itu sudah ada percetakan untuk mencetak sampul skripsi yang terkenal, yakni Prima dan Sanur.

“Saya masih ingat waktu saya buat cover (skripsi), lari ke Prima. Di zaman itu sudah ada tempat cetak sampul yang terkenal, Prima dan Sanur. Soal diketik pakai mesin komputer, jangan heran di sekitar UGM juga sudah ada jasa pengetikan menggunakan komputer IBM PC. Saya sempat pakai buat mengolah data statistik,” kisah San Afri dikutip dari keterangannya di situs resmi UGM, Jumat (16/1/2026).

Meski begitu, kenang San Afri lagi, tidak semua mahasiswa Fakultas Kehutanan memilih mencetak sampul di jasa percetakan.

Ada juga mahasiswa yang memilih mencetak sampul dan lembar pengesahan menggunakan tulisan dari mesin ketik.

“Kawan saya yang secara ekonomi tidak mampu, banyak yang membuat lembar sampul dan pengesahan dengan mesin ketik,” ungkapnya.

Hingga saat ini tuduhan ijazah palsu Jokowi kian liar dan jadi konsumsi publik. San Afri Awang tidak habis pikir masih adanya kelompok atau pribadi yang menyerang institusi UGM yang menyebutkan bahwa ijazah dan skripsi Joko Widodo adalah palsu.

Isu tersebut menurutnya semakin liar dengan ditambahkan analisis yang tidak sesuai fakta. Ia yakin, pihak yang menghembuskan informasi hoax ini hanya untuk mencari sensasi semata.

“Dia (Joko Widodo) lulus dari sini dan buktinya ada kok,” tegasnya.

Diketahui, Rismon Hasiholan Sianipar konsisten hingga saat ini menyangsikan keaslian ijazah dan skripsi dari Presiden RI ke-7 Joko Widodo sebagai lulusan UGM.

Salah satu dasar alasannya adalah lembar pengesahan dan sampul skripsi menggunakan font time new roman yang menurutnya belum ada di era tahun 1980-an hingga 1990-an. Klaim sepihak dari Rismon ini membuat polemik panjang, perdebatan di kalangan publik hingga berujung pada proses hukum.

Banyak yang menyangsikan informasi klaim yang disampaikan, namun tidak sedikit pula yang percaya akan narasi yang ia sampaikan yang dibalut dengan analisis forensik digital. (Pram/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Libur Panjang Isra Miraj, Lalu Lintas Puncak Bogor Padat
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Eggi Sudjana Bantah Terima Rp100 Miliar usai Bertemu Jokowi
• 50 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Jalan Sudirman Lengang Saat Long Weekend Isra Mikraj, Warga Pilih Lari Pagi
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Bangkit dari Tidur, Partai Keadilan Persatuan (PKP) Gelar Munas, Pilih Pemimpin Baru
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kabar Baik Bagi Kaum Mahasiswa, Presiden Prabowo Bakal Tambah Kuota Beasiswa
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.